Hari Buku Sedunia 2026, Bawaslu Tulang Bawang Tegaskan Pentingnya Literasi dalam Pengawasan Pemilu
|
Tulang Bawang — Dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menegaskan pentingnya budaya literasi sebagai fondasi dalam memperkuat kualitas pengawasan pemilu. Mengusung semangat “Buku adalah jendela ilmu, literasi adalah kunci pengawasan. Pengawas pemilu yang rajin membaca, melahirkan demokrasi yang terjaga”, peringatan ini menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kebiasaan membaca dan penguatan wawasan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja pengawasan yang profesional dan berintegritas.
“Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi bagaimana memahami, menganalisis, dan mengimplementasikan pengetahuan dalam tugas pengawasan. Pengawas pemilu dituntut memiliki wawasan yang luas agar mampu merespons dinamika yang berkembang,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Kamis (23/04).
Ia menegaskan bahwa peningkatan budaya membaca di lingkungan Bawaslu menjadi bagian penting dalam penguatan kelembagaan.
“Dengan membaca, kita memperkaya perspektif dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Ini sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi yang jujur dan adil,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menilai bahwa literasi juga berperan besar dalam mendukung upaya pencegahan pelanggaran pemilu.
“Melalui literasi yang baik, kita dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih edukatif dan tepat sasaran. Ini menjadi bagian dari strategi pencegahan agar masyarakat memahami aturan dan tidak terlibat dalam pelanggaran,” jelas Desi.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital di tengah perkembangan teknologi informasi.
“Di era digital, literasi tidak hanya terbatas pada buku, tetapi juga kemampuan menyaring informasi. Ini penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau disinformasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menyampaikan bahwa literasi menjadi bekal utama dalam penegakan hukum pemilu.
“Pemahaman yang baik terhadap regulasi dan dinamika hukum sangat diperlukan dalam menangani pelanggaran dan sengketa. Literasi yang kuat akan menghasilkan keputusan yang lebih tepat, objektif, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa budaya membaca harus menjadi kebiasaan yang terus ditanamkan di lingkungan kerja.
“Dengan literasi yang kuat, kita tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan kualitas pengawasan yang lebih baik,” tambahnya.
Peringatan Hari Buku Sedunia ini menjadi pengingat bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan melalui pengawasan di lapangan, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas intelektual para pengawas pemilu.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap semangat literasi dapat terus tumbuh, tidak hanya di internal lembaga, tetapi juga di tengah masyarakat luas. Dengan pengawas yang berpengetahuan dan masyarakat yang melek literasi, kualitas demokrasi diharapkan semakin terjaga, berintegritas, dan berkelanjutan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP