Lompat ke isi utama

Berita

Wisata Pengawasan, Bawaslu Tulang Bawang Eksplor Potensi Lokal Wisata Alam 21 Aji Mesir

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang melaksanakan program Wisata Pengawasan dengan mengeksplor salah satu destinasi lokal, Wisata Alam 21 yang terletak di Kampung Aji Mesir, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendekatan pengawasan partisipatif dengan potensi lokal guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang ini mengusung konsep pengawasan berbasis kearifan lokal, dengan memanfaatkan ruang-ruang publik sebagai media edukasi kepada masyarakat. Wisata Alam 21 yang berada di aliran Sungai Pidada dipilih karena menawarkan keindahan alam serta suasana asri yang masih kental dengan nilai-nilai budaya lokal.

Dalam pelaksanaannya, Bawaslu juga menyampaikan informasi terkait data pemilih hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 di Kecamatan Gedung Aji. Berdasarkan data tersebut, jumlah pemilih laki-laki tercatat sebanyak 5.767 orang, sementara pemilih perempuan sebanyak 5.342 orang, dengan total 26 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 10 kampung.

Data tersebut menjadi bagian penting dalam upaya edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga akurasi dan validitas data pemilih sebagai salah satu fondasi utama dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa program Wisata Pengawasan merupakan inovasi dalam mendekatkan fungsi pengawasan kepada masyarakat.

“Melalui program Wisata Pengawasan, kami berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dan kontekstual dalam menyampaikan pesan-pesan pengawasan kepada masyarakat,” ujar Desi dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Rabu (29/04).

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan destinasi wisata sebagai ruang edukasi diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu secara lebih luas dan inklusif.

“Ruang-ruang publik seperti destinasi wisata memiliki potensi besar sebagai media sosialisasi, karena masyarakat dapat menerima informasi dengan cara yang lebih santai namun tetap bermakna,” jelasnya.

Lebih lanjut, Desi Triyana menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan partisipatif dalam menjaga integritas proses pemilu,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa penggabungan antara edukasi pengawasan dengan promosi potensi lokal dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi peningkatan kesadaran demokrasi maupun penguatan identitas daerah.

“Selain meningkatkan kesadaran pengawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi lokal yang dimiliki daerah,” ungkapnya.

Melalui program Wisata Pengawasan ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap dapat terus mengembangkan inovasi dalam pendekatan pengawasan, sehingga mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, serta memperkuat partisipasi publik dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

a

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Wisata Pengawasan
Bawaslu Tulang Bawang
Eksplor Potensi Lokal
Wisata Alam 21
Aji Mesir
Gedung Aji