Tekankan Disiplin Administratif di Tengah WFA, Sekretariat Bawaslu Tulang Bawang Pastikan Layanan Tetap Prima
|
Tulang Bawang – Penerapan Work From Anywhere (WFA) pada Maret 2026 di lingkungan Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang tidak hanya dipandang sebagai bentuk fleksibilitas kerja, tetapi juga sebagai ujian kedisiplinan administratif dan manajerial lembaga. Dari sisi kesekretariatan, penguatan sistem pendukung kinerja menjadi fokus utama agar roda organisasi tetap berjalan optimal.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai di Lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum. Dalam rapat internal yang digelar Senin (02/03), jajaran pimpinan bersama sekretariat membahas secara rinci teknis pelaksanaan WFA, termasuk pengaturan kehadiran, mekanisme pelaporan, hingga pengelolaan administrasi dan keuangan.
Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Sofyan, menegaskan bahwa peran sekretariat menjadi krusial dalam memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai tata kelola yang baik.
“Sekretariat adalah supporting system lembaga. Dalam situasi WFA, kami memastikan administrasi, keuangan, dan layanan internal tetap tertata, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, penyesuaian sistem kerja menuntut peningkatan koordinasi digital dan kedisiplinan pelaporan harian. Setiap pegawai, lanjutnya, wajib menyampaikan progres pekerjaan secara berkala agar pimpinan dapat melakukan monitoring dan evaluasi secara terukur. Menurut Sofyan, fleksibilitas lokasi kerja tidak boleh mengurangi standar pelayanan kepada masyarakat. Layanan informasi, surat-menyurat, hingga dukungan teknis terhadap tugas-tugas pengawasan harus tetap responsif.
“Kami sudah menyiapkan pola kerja bergilir dan sistem kontrol internal agar pelayanan publik tidak terhambat. Prinsipnya, masyarakat tidak boleh merasakan perbedaan kualitas layanan meskipun pola kerja disesuaikan,” tegasnya.
Selain membahas WFA, rapat tersebut juga menyoroti penguatan kinerja selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah. Dari sisi kesekretariatan, penyesuaian jam kerja dilakukan tanpa mengurangi produktivitas dan capaian output. Sofyan menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum memperkuat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas aparatur.
“Ramadan mengajarkan pengendalian diri dan kejujuran. Nilai itu sangat relevan dengan tugas kita sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu. Justru di bulan ini, semangat kerja harus semakin terjaga,” katanya.
Dengan dukungan sistem administrasi yang tertib dan manajemen kerja yang terukur, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang optimistis kebijakan WFA dapat berjalan efektif. Melalui sinergi antara pimpinan dan sekretariat, lembaga ini berkomitmen menjaga profesionalitas serta memastikan setiap tugas pengawasan tetap terlaksana secara akuntabel dan transparan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP