Semangat Kartini, Rachmat Lihusnu Dorong Perempuan Berani Laporkan Pelanggaran
|
Tulang Bawang — Peringatan Hari Kartini dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang dari perspektif penegakan hukum pemilu. Tidak hanya sebagai simbol emansipasi, semangat Raden Ajeng Kartini juga dinilai relevan dalam mendorong keberanian masyarakat, khususnya perempuan, untuk terlibat aktif dalam menjaga keadilan demokrasi. Dalam konteks ini, perempuan dipandang memiliki peran penting tidak hanya dalam pencegahan, tetapi juga dalam proses pelaporan pelanggaran serta penguatan keadilan dalam penyelesaian sengketa pemilu. Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menilai bahwa keberanian untuk bersuara dan melaporkan pelanggaran merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Kartini di era modern.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menegaskan bahwa penegakan hukum pemilu membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk perempuan.
“Semangat Kartini hari ini harus diwujudkan dalam keberanian untuk melaporkan pelanggaran dan memperjuangkan keadilan. Perempuan memiliki posisi penting dalam memastikan proses demokrasi berjalan sesuai aturan,” ujar Rachmat saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Selasa (21/04).
Ia menjelaskan bahwa keberanian masyarakat dalam melaporkan pelanggaran akan sangat membantu Bawaslu dalam menindaklanjuti setiap indikasi pelanggaran secara cepat dan tepat.
“Partisipasi masyarakat, khususnya perempuan, akan memperkuat sistem penegakan hukum pemilu. Semakin banyak yang berani melapor, maka semakin kecil ruang bagi pelanggaran untuk terjadi,” jelasnya.
Rachmat juga menekankan bahwa proses penyelesaian sengketa pemilu membutuhkan kepercayaan publik, yang dapat dibangun melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan pengawasan.
“Kepercayaan publik terhadap proses demokrasi akan tumbuh jika masyarakat terlibat aktif, termasuk dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan indikasi pelanggaran, sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas demokrasi.
“Jangan takut untuk melapor. Setiap laporan adalah kontribusi nyata dalam menjaga demokrasi yang jujur dan adil,” tegas Rachmat.
Peringatan Hari Kartini ini menjadi refleksi bahwa perjuangan untuk keadilan dan kesetaraan masih terus berlanjut, termasuk dalam ruang demokrasi. Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap semangat Kartini dapat menginspirasi perempuan untuk berani bersuara dan berperan aktif dalam penegakan hukum pemilu. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya perempuan, diharapkan proses demokrasi dapat berjalan lebih transparan, adil, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP