Refleksi Ramadan dalam Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Tulang Bawang Dorong Penguatan Partisipasi Masyarakat
|
Tulang Bawang – Momentum Bulan Suci Ramadan dimanfaatkan oleh jajaran pengawas pemilu untuk memperkuat refleksi nilai integritas dan pengawasan demokrasi. Hal tersebut terlihat saat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang mengikuti kegiatan Kultum Ngabuburit Pengawasan yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube resmi Badan Pengawas Pemilihan Umum, pada Senin (02/03).
Kegiatan yang mengangkat tema “Refleksi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat & Hubungan Masyarakat” tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, sebagai pemateri utama. Dalam kultumnya, Lolly menyoroti pentingnya menjadikan nilai-nilai kesalehan personal sebagai fondasi bagi lahirnya kesalehan sosial yang berdampak luas dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam penguatan demokrasi.
Ia menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter sosial serta integritas individu.
“Dengan integritas personal, kita bisa memiliki kesalehan pribadi yang autentik, dan kesalehan itu pula akan menemukan jalannya untuk menjadi kesalehan sosial yang berdampak bagi siapa saja,” ujar Lolly.
Menurutnya, tantangan pengawasan pemilu di masa depan akan semakin kompleks seiring dengan dinamika politik yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan keteguhan moral serta komitmen bersama untuk menjaga kualitas demokrasi dan memperluas partisipasi publik dalam pengawasan.
Lolly juga menekankan pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengawasan demokrasi.
“Di situlah pendidikan politik menemukan relevansinya. Dengan keteguhan moral, kita dapat membangun masyarakat yang sadar dan aktif dalam proses pengawasan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam kultum tersebut sejalan dengan semangat pengawasan partisipatif yang terus didorong oleh Bawaslu.
Menurut Desi, kedekatan antara Bawaslu dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan pengawasan pemilu yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Pesan yang disampaikan sangat relevan dengan tugas kami di divisi pencegahan dan partisipasi masyarakat. Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat,” ujar Desi.
Ia menambahkan bahwa penguatan kesadaran publik melalui edukasi politik dan literasi demokrasi merupakan langkah strategis untuk mencegah potensi pelanggaran pemilu di masa mendatang.
“Ketika masyarakat memiliki kesadaran politik yang baik, mereka tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari pengawas demokrasi. Dari sinilah pengawasan partisipatif dapat tumbuh secara kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Desi menilai bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial, termasuk dalam praktik demokrasi.
“Ramadan mengajarkan kejujuran, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itu sangat relevan dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas,” tambahnya.
Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap nilai-nilai integritas dan kesalehan sosial yang disampaikan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pengawas pemilu serta masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi. Dengan kolaborasi yang kuat antara lembaga pengawas dan masyarakat, pengawasan pemilu diharapkan dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berkeadilan.
Editor: Bambang AP
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Bawaslu