Refleksi Jumat Agung, Inda Fiska Mahendro: Kepemimpinan Berintegritas dan Pengabdian Tanpa Pamrih
|
Tulang Bawang — Peringatan Jumat Agung dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang sebagai momentum refleksi mendalam tentang arti kepemimpinan yang berintegritas serta pengabdian tanpa pamrih dalam menjalankan tugas publik. Dalam suasana penuh khidmat, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan ucapan selamat memperingati Jumat Agung kepada umat Kristiani, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani nilai-nilai pengorbanan dan kasih yang menjadi inti dari peringatan tersebut.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa Jumat Agung memberikan pelajaran penting tentang bagaimana menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.
“Jumat Agung bukan hanya tentang peringatan keagamaan, tetapi juga refleksi tentang kepemimpinan yang berlandaskan pengorbanan dan kasih. Dalam konteks kelembagaan, nilai ini menjadi dasar bagi kami untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas dan tanggung jawab,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Jumat (03/04).
Ia menekankan bahwa dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu, setiap jajaran Bawaslu dituntut untuk memiliki keberanian dalam menegakkan kebenaran, sekaligus keikhlasan dalam mengabdi kepada kepentingan publik.
“Pengabdian tanpa pamrih menjadi nilai yang sangat penting. Dalam menjalankan tugas, kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, namun tetap berpegang pada prinsip kejujuran, keadilan, dan profesionalitas,” jelasnya.
Menurut Inda, nilai pengorbanan yang dimaknai dalam Jumat Agung juga relevan dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga negara. Kepercayaan tersebut hanya dapat terwujud apabila setiap tugas dijalankan dengan konsisten dan berintegritas.
“Kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat berharga. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga integritas dalam setiap proses pengawasan, sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Jumat Agung sebagai pengingat pentingnya menjaga harmoni sosial, memperkuat toleransi, serta saling menghormati dalam keberagaman.
“Nilai kasih dan pengorbanan yang diajarkan dalam Jumat Agung hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk membangun kehidupan yang lebih baik, baik dalam hubungan sosial maupun dalam kehidupan berbangsa,” tutup Inda.
Peringatan Jumat Agung tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga menjadi penguatan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan demokrasi. Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas pengawasan dengan penuh integritas, sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP