Refleksi Harlah PMII ke-66, Desi Triyana: Peran Mahasiswa Edukasi Demokrasi
|
Tulang Bawang — Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dimaknai oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang sebagai penguatan peran edukatif mahasiswa dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Dengan tema “Aksi Nyata PMII Untuk Indonesia”, peringatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga penegasan kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai jembatan edukasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara lembaga dan masyarakat. Peran ini sangat penting dalam menyampaikan edukasi demokrasi secara lebih luas dan efektif,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Jumat (17/04).
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks pengawasan pemilu, pendekatan edukatif menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya pelanggaran. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat sejak dini.
“Pencegahan pelanggaran tidak hanya dilakukan melalui pengawasan, tetapi juga melalui edukasi. Di sinilah peran mahasiswa, termasuk kader PMII, menjadi sangat penting dalam menyampaikan pemahaman kepada masyarakat,” tambahnya.
Desi juga menekankan bahwa tema Aksi Nyata harus diterjemahkan dalam kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan literasi demokrasi.
“Aksi nyata dapat diwujudkan melalui kegiatan edukasi, diskusi publik, hingga keterlibatan langsung dalam pengawasan partisipatif. Hal-hal ini akan memberikan dampak nyata dalam menjaga kualitas demokrasi,” jelasnya.
Ia menilai bahwa PMII sebagai organisasi mahasiswa telah memiliki pengalaman panjang dalam membangun kader yang aktif dan responsif terhadap isu-isu kebangsaan.
“PMII memiliki potensi besar dalam menciptakan ruang-ruang edukasi demokrasi. Dengan kader yang tersebar luas, PMII dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan partisipasi masyarakat,” ungkap Desi.
Lebih lanjut, Desi berharap sinergi antara Bawaslu dan PMII dapat terus diperkuat, khususnya dalam program-program edukasi dan pengawasan partisipatif.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan dan semakin kuat, sehingga upaya pencegahan dan pengawasan dapat dilakukan secara lebih luas dan efektif,” tegasnya.
Momentum Harlah ke-66 PMII ini diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen edukasi dan penggerak demokrasi di tengah masyarakat.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi mahasiswa, guna mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif, partisipatif, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP