Lompat ke isi utama

Berita

Refleksi Hari Kepanduan Sedunia 2026, Desi Triyana Tekankan Pentingnya Partisipasi Generasi Muda Awasi Pemilu

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang — Peringatan Hari Kepanduan Sedunia pada 22 Februari 2026 tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai ruang refleksi terhadap pentingnya membangun generasi muda yang berkarakter dan sadar hukum. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang melihat momentum ini sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya demokrasi yang partisipatif dan berintegritas.

Mengusung tema “Semangat Pramuka Tetap Menyala, Dari Dulu, Sekarang, Sampai Masa Depan”, Bawaslu Tulang Bawang menilai nilai-nilai kepanduan memiliki relevansi kuat dengan semangat pengawasan pemilu, khususnya dalam aspek pencegahan dan partisipasi masyarakat.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa gerakan kepanduan mengajarkan prinsip kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial yang selaras dengan semangat demokrasi.

“Nilai-nilai yang ditanamkan dalam Pramuka merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar aturan dan peduli terhadap proses demokrasi. Pencegahan pelanggaran pemilu sejatinya dimulai dari kesadaran individu terhadap nilai kejujuran dan tanggung jawab,” ujar Desi aat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Minggu (22/02).

Menurutnya, pendekatan preventif dalam pengawasan pemilu sangat bergantung pada tingkat literasi hukum dan kepemiluan masyarakat, khususnya generasi muda.

Desi juga menyoroti peran strategis generasi muda dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Ia menilai bahwa anggota Pramuka, sebagai bagian dari komunitas kepemudaan yang terorganisir, memiliki potensi besar menjadi agen edukasi demokrasi di lingkungannya.

“Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang dibangun dalam Pramuka dapat menjadi modal untuk mendorong partisipasi aktif dalam pengawasan pemilu. Generasi muda bukan hanya objek demokrasi, tetapi juga subjek yang memiliki peran penting dalam menjaganya,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bawaslu Tulang Bawang terus mendorong kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, termasuk gerakan kepanduan, dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepemiluan.

“Kami membuka ruang diskusi, edukasi publik, dan literasi hukum agar nilai demokrasi semakin dipahami secara substansial. Spirit kepanduan yang konsisten dari masa ke masa menjadi inspirasi dalam membangun budaya pengawasan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih jauh, Desi menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya soal prosedur dan regulasi, tetapi juga soal nilai dan karakter.

“Demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab. Semangat Pramuka yang terus menyala menjadi pengingat bahwa karakter adalah kunci utama dalam menjaga integritas bangsa,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Kepanduan Sedunia 2026, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap nilai-nilai kepanduan dapat terus hidup dan berkembang, menjadi inspirasi dalam memperkuat kesadaran hukum, partisipasi masyarakat, serta pengawasan pemilu yang berintegritas.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Hari Kepanduan Sedunia
Pentingnya Partisipasi
Generasi Muda
Awasi Pemilu
Desi Triyana