Refleksi 71 Tahun KAA, Inda Fiska Mahendro: Nilai Kedaulatan dan Keadilan Berdemokrasi
|
Tulang Bawang — Peringatan 71 tahun Konferensi Asia-Afrika menjadi momentum reflektif bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang untuk menegaskan kembali pentingnya nilai kedaulatan dan keadilan dalam kehidupan demokrasi. Peristiwa bersejarah yang melahirkan Dasasila Bandung tersebut dinilai masih relevan sebagai landasan moral dalam menjaga kualitas pemilu di Indonesia.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menilai bahwa semangat yang lahir dari KTT Asia-Afrika tidak hanya berbicara tentang hubungan antarnegara, tetapi juga tentang bagaimana kedaulatan rakyat harus dijaga dalam sistem demokrasi.
“KTT Asia-Afrika mengajarkan kita tentang pentingnya kedaulatan dan kesetaraan. Dalam konteks demokrasi, hal ini berarti bahwa setiap suara rakyat harus dijaga dan dihormati tanpa diskriminasi,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Sabtu (18/04).
Ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu memiliki peran penting dalam memastikan kedaulatan rakyat benar-benar terwujud dalam setiap tahapan pemilu.
“Pengawasan bukan sekadar tugas administratif, tetapi bagian dari upaya menjaga kedaulatan rakyat. Setiap proses harus diawasi agar berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi,” tegasnya.
Menurut Inda, nilai keadilan yang terkandung dalam Dasasila Bandung juga harus tercermin dalam perlakuan yang setara terhadap seluruh peserta pemilu.
“Tidak boleh ada perlakuan yang tidak adil dalam proses demokrasi. Semua pihak harus mendapatkan kesempatan yang sama, dan di sinilah peran pengawasan menjadi sangat penting,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa tantangan demokrasi saat ini membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh elemen, termasuk penyelenggara pemilu, untuk tetap menjaga integritas.
“Kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, nilai-nilai yang diwariskan dalam Dasasila Bandung harus menjadi pedoman dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi,” tambah Inda.
Lebih lanjut, Inda mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk menjadikan momentum peringatan ini sebagai penguat komitmen dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional.
“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja dengan integritas, menjaga kepercayaan publik, dan memastikan demokrasi berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Peringatan 71 tahun KTT Asia-Afrika ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kedaulatan dalam kehidupan demokrasi.
Dengan menginternalisasi semangat Dasasila Bandung, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses demokrasi yang berintegritas, adil, dan berpihak pada kedaulatan rakyat.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP