Lompat ke isi utama

Berita

Refleksi 1 Maret, Inda Fiska Mahendro: Kedaulatan Rakyat Roh Pengawasan Pemilu

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang – Momentum peringatan Hari Serangan Umum 1 Maret dan Hari Penegakan Kedaulatan Negara 2026 dimaknai secara reflektif oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang. Tidak sekadar mengenang peristiwa heroik di Yogyakarta pada 1 Maret 1949, lembaga pengawas pemilu tersebut menegaskan pentingnya merawat kedaulatan rakyat melalui pengawasan demokrasi yang berintegritas.

Serangan Umum 1 Maret 1949 menjadi tonggak sejarah yang menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Republik Indonesia tetap berdiri dan memiliki legitimasi kedaulatan. Nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan para pejuang dinilai relevan dengan tugas pengawasan pemilu saat ini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa semangat perjuangan tersebut harus diterjemahkan dalam konteks kekinian, khususnya dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Peringatan 1 Maret bukan hanya tentang romantisme sejarah, tetapi tentang tanggung jawab moral kita hari ini. Jika dahulu para pejuang mempertahankan kedaulatan dengan senjata dan keberanian, maka hari ini kita menjaganya melalui integritas, profesionalitas, dan komitmen dalam mengawal demokrasi,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Minggu (01/03).

Menurutnya, kedaulatan negara sejatinya berakar pada kedaulatan rakyat. Oleh karena itu, setiap proses pemilu dan pemilihan harus dipastikan berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Ia menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif serta meningkatkan kapasitas kelembagaan. Hal tersebut dilakukan agar setiap potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini dan setiap sengketa dapat diselesaikan secara adil dan transparan.

“Semangat 1 Maret mengajarkan kita bahwa mempertahankan kedaulatan membutuhkan keberanian dan persatuan. Dalam konteks pengawasan pemilu, keberanian itu adalah keberanian menegakkan aturan tanpa pandang bulu, dan persatuan itu adalah sinergi bersama masyarakat dalam menjaga suara rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Inda mengajak seluruh jajaran pengawas pemilu dilingkungan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum introspeksi dan penguatan komitmen. Ia juga mengimbau masyarakat Tulang Bawang untuk turut berperan aktif dalam mengawal setiap tahapan demokrasi.

“Kedaulatan tidak boleh hanya menjadi simbol. Ia harus hidup dalam praktik demokrasi sehari-hari. Mari kita jaga bersama, karena setiap suara rakyat adalah wujud nyata dari kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

Melalui refleksi ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap nilai-nilai perjuangan 1 Maret terus menginspirasi seluruh elemen bangsa dalam menjaga demokrasi yang bermartabat dan berkeadilan.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Refleksi 1 Maret
Kedaulatan Rakyat
Roh Pengawasan Pemilu
Inda Fiska Mahendro