Ramadan 1447 H, A. Rachmat Lihusnu: Refleksi Penegakan Keadilan dan Kedewasaan Demokrasi
|
Tulang Bawang — Datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang sebagai momentum memperkuat nilai keadilan dan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi. Di tengah suasana spiritual yang penuh refleksi, Ramadan dinilai menjadi pengingat pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses penegakan aturan.
Mengangkat pesan “Puasa Menguatkan Hati, Pengawas Pemilu Menjaga Negeri,” Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas pengawasan, termasuk penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, secara objektif dan profesional.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menyampaikan bahwa Ramadan mengajarkan nilai kesabaran dan keadilan yang sangat relevan dalam proses penegakan hukum kepemiluan.
“Ramadan adalah bulan pembinaan diri. Nilai kesabaran dan kejujuran yang dilatih selama puasa menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas penanganan pelanggaran secara adil dan tidak memihak,” ujar Rachmat saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Rabu (18/02).
Menurutnya, dalam setiap tahapan demokrasi, dinamika dan perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, penyelesaiannya harus tetap mengacu pada mekanisme hukum yang berlaku.
“Demokrasi yang matang bukan berarti tanpa sengketa, tetapi bagaimana setiap persoalan diselesaikan melalui jalur yang sah dan konstitusional. Itulah wujud peradaban demokrasi yang bermartabat,” jelasnya.
Rachmat juga menekankan bahwa integritas aparat pengawas menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan publik.
“Puasa melatih pengendalian diri dan kejujuran, bahkan ketika tidak ada yang melihat. Prinsip ini harus menjadi karakter setiap pengawas dalam menegakkan aturan,” tegasnya.
Ia berharap momentum Ramadan 1447 Hijriyah dapat memperkuat komitmen seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang untuk tetap konsisten dalam menegakkan hukum, menjaga netralitas, serta mengedepankan asas keadilan dalam setiap proses penyelesaian sengketa.
Bulan suci ini pun menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk menyikapi setiap perbedaan dengan kedewasaan dan ketenangan, serta menghormati setiap mekanisme hukum yang berlaku. Dengan semangat refleksi dan pembaruan diri, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga demokrasi yang damai, adil, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP