Pleno Mingguan Bawaslu Tulang Bawang, Perkuat Pengawasan Data Pemilih melalui Uji Petik
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menggelar rapat pleno mingguan secara hybrid di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (15/04). Rapat ini menjadi forum strategis dalam mengevaluasi hasil pencermatan data pemilih serta merumuskan langkah tindak lanjut pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, memaparkan hasil pencermatan data pemilih melalui aplikasi Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), dengan fokus pada wilayah Kecamatan Banjar Agung dan Banjar Margo. Desi menyampaikan bahwa hasil pencermatan menemukan sejumlah anomali data yang perlu segera diverifikasi di lapangan, di antaranya terdapat ratusan pemilih yang berusia di atas 80 tahun serta beberapa data pemilih yang masih berada di bawah usia 17 tahun.
“Dari hasil pencermatan yang kami lakukan, terdapat data pemilih dengan usia di atas 80 tahun dalam jumlah yang cukup signifikan, serta beberapa data pemilih yang masih di bawah usia 17 tahun. Hal ini perlu ditindaklanjuti melalui uji petik untuk memastikan validitas data,” ujar Desi.
Ia menambahkan bahwa uji petik akan dilaksanakan pada minggu keempat bulan April dengan melibatkan jajaran sekretariat guna memastikan kesesuaian data administratif dengan kondisi faktual di lapangan.
“Langkah uji petik ini penting untuk menjaga akurasi data pemilih, sehingga tidak terjadi potensi permasalahan di kemudian hari,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan agar hasil pencermatan segera ditindaklanjuti secara konkret dan terkoordinasi.
“Kami meminta jajaran sekretariat untuk segera menyusun jadwal serta membentuk tim yang akan turun ke lapangan untuk melaksanakan uji petik. Ini harus menjadi prioritas agar data yang kita miliki benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Inda.
Ia juga menekankan bahwa tugas pengawasan pemutakhiran data pemilih tidak hanya menjadi tanggung jawab satu divisi, melainkan harus melibatkan seluruh unsur di Bawaslu.
“Pengawasan tidak hanya bertumpu pada satu divisi saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Seluruh divisi harus terlibat aktif dalam melakukan pengawasan agar hasilnya lebih komprehensif,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Muhammad Kausar Sangjaya, menyatakan kesiapan jajaran sekretariat dalam mendukung pelaksanaan uji petik secara profesional.
“Kami siap mendukung pelaksanaan uji petik dengan memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan regulasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan. Profesionalitas menjadi hal utama dalam setiap tahapan,” ujar Kausar.
Ia juga menambahkan bahwa sekretariat akan memastikan kesiapan teknis, termasuk pembentukan tim, penyusunan jadwal, serta dukungan administrasi yang diperlukan agar kegiatan berjalan optimal. Selain itu, Kausar menyampaikan bahwa jajaran sekretariat juga terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, salah satunya melalui kegiatan bertajuk "Jumpa Berlian" dengan melaksanakan bersih-bersih kantor yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Lingkungan kerja yang bersih dan nyaman akan mendukung produktivitas serta kualitas kerja, sehingga pelaksanaan tugas pengawasan dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Rapat pleno mingguan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan sinergi antara pimpinan, anggota, dan sekretariat dalam menjalankan fungsi pengawasan, khususnya dalam menjaga kualitas data pemilih. Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan secara aktif, cermat, dan berkelanjutan, guna memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya, serta mewujudkan demokrasi yang berintegritas dan terpercaya.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP