Peringatan Hari Linmas, Desi Triyana: Peran Edukatif dan Pencegahan di Masyarakat
|
Tulang Bawang — Peringatan Hari Pertahanan Sipil (Hansip) yang kini dikenal sebagai Satuan Perlindungan Masyarakat dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang dari sudut pandang yang lebih substantif, yakni sebagai penguatan peran edukatif dan pencegahan di tengah masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Bawaslu menilai bahwa Linmas tidak hanya berperan dalam aspek pengamanan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai agen penyebarluasan nilai-nilai demokrasi di lingkungan masyarakat. Kedekatan Linmas dengan warga menjadikannya elemen strategis dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pemilu yang jujur, adil, dan damai.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa pendekatan pencegahan menjadi salah satu kunci dalam meminimalisir potensi pelanggaran pemilu.
“Linmas memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Ini menjadi kekuatan besar dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan, seperti pentingnya menjaga netralitas, menolak politik uang, dan menciptakan suasana yang kondusif,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Minggu (19/04).
Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh lembaga pengawas, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk Linmas.
“Pengawasan yang efektif dimulai dari pencegahan. Semakin kuat kesadaran masyarakat, maka potensi pelanggaran akan semakin kecil. Di sinilah peran Linmas menjadi sangat strategis,” tambahnya.
Menurut Desi, peringatan Hari Linmas menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan Linmas, khususnya dalam membangun pengawasan partisipatif berbasis masyarakat.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih erat. Linmas tidak hanya hadir saat pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menjaga demokrasi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas dan pemahaman Linmas terkait isu-isu kepemiluan, agar peran yang dijalankan semakin optimal.
“Dengan pemahaman yang baik, Linmas dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang sadar demokrasi,” ungkap Desi.
Lebih lanjut, Desi mengajak masyarakat untuk melihat peran Linmas secara lebih luas, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang sadar dan terlibat. Linmas menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” tegasnya.
Peringatan Hari Linmas ini diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun demokrasi yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga sehat secara nilai dan partisipasi.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendekatan pencegahan dan edukasi, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk Linmas, sebagai bagian dari upaya mewujudkan demokrasi yang berintegritas dan berkelanjutan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP