Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Tulang Bawang Ikuti Kultum Lolly Suhenty tentang Penguatan Integritas dan Kesalehan Sosial
|
Tulang Bawang – Dalam rangka memperkuat nilai integritas dan refleksi pengawasan di Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah, jajaran Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang mengikuti kegiatan Kultum Ngabuburit Pengawasan yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube resmi Badan Pengawas Pemilihan Umum, pada Senin (02/03).
Kegiatan yang mengangkat tema “Refleksi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat & Hubungan Masyarakat” tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, sebagai penceramah utama. Dalam kultumnya, Lolly menekankan pentingnya transformasi kesalehan personal menjadi kesalehan sosial sebagai fondasi penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu.
Menurutnya, meskipun tahapan elektoral telah usai, nilai-nilai integritas dan pengawasan tetap relevan untuk menjaga kualitas demokrasi serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pengawasan.
“Dengan integritas personal, kita bisa memiliki kesalehan pribadi yang autentik, dan kesalehan itu pula akan menemukan jalannya untuk menjadi kesalehan sosial yang berdampak bagi siapa saja,” ujar Lolly dalam kultumnya.
Ia menjelaskan bahwa Ramadan bukan hanya dimaknai sebagai ritual ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter sosial serta integritas individu. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, menjadi modal penting bagi penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional dan berkeadilan.
Lebih lanjut, Lolly menilai bahwa tantangan pengawasan pemilu di masa depan tidaklah sederhana. Dinamika politik yang semakin kompleks, ditambah keterbatasan sumber daya pengawasan, menuntut pengawas pemilu memiliki keteguhan moral serta komitmen integritas yang kuat.
“Di situlah pendidikan politik menemukan relevansinya. Dengan keteguhan moral, kita dapat membangun masyarakat yang sadar dan aktif dalam proses pengawasan,” jelasnya.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI tersebut juga menekankan pentingnya kedekatan antara lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat. Menurutnya, ruang-ruang sosial masyarakat menjadi tempat tumbuhnya inovasi pengawasan partisipatif.
“Dari kedekatan dengan masyarakat, kita dapat membangun kepercayaan publik sekaligus menciptakan inovasi pengawasan yang berakar dari kebutuhan masyarakat itu sendiri,” tambahnya.
Menutup kultumnya, Lolly mengajak seluruh jajaran pengawas pemilu menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas, keteladanan, dan komitmen moral dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa kultum Ngabuburit Pengawasan menjadi momentum refleksi bagi jajaran pengawas pemilu di daerah untuk memperkuat nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugas kelembagaan.
“Pesan yang disampaikan sangat relevan bagi kami sebagai pengawas pemilu. Integritas personal harus menjadi landasan dalam setiap tugas pengawasan, karena dari integritas itulah lahir kepercayaan publik terhadap lembaga,” ujar Inda.
Ia menambahkan bahwa nilai kesalehan sosial yang disampaikan dalam kultum tersebut selaras dengan semangat pengawasan partisipatif yang selama ini terus diperkuat oleh Bawaslu.
“Pengawasan pemilu tidak bisa dilakukan sendiri oleh lembaga. Perlu kolaborasi dengan masyarakat. Ketika integritas personal bertemu dengan partisipasi publik, maka pengawasan demokrasi akan semakin kuat,” jelasnya.
Menurut Inda, Ramadan juga menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh Bawaslu.
Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap nilai-nilai integritas, keteladanan, dan kesalehan sosial dapat terus tertanam dalam setiap pelaksanaan tugas pengawasan, sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang lebih bermartabat, transparan, dan berkeadilan.
Editor: Bambang AP
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Bawaslu