Momentum Hari Penyiaran Nasional, Inda Fiska Mahendro Ajak Media Perkuat Peran Edukasi Demokrasi
|
Tulang Bawang, — Peringatan Hari Penyiaran Nasional tahun 2026 dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang sebagai momentum untuk memperkuat peran strategis media penyiaran dalam mengedukasi masyarakat, khususnya dalam mendukung proses demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Mengusung tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional”, Bawaslu menilai bahwa penyiaran memiliki posisi penting tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan publik yang mampu membentuk kesadaran kritis masyarakat terhadap isu-isu kebangsaan, termasuk kepemiluan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan bahwa di tengah arus informasi yang semakin cepat, peran media penyiaran menjadi semakin krusial dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Penyiaran hari ini tidak hanya dituntut untuk cepat, tetapi juga harus akurat dan bertanggung jawab. Dalam konteks demokrasi, media memiliki peran penting sebagai sarana edukasi politik bagi masyarakat, sehingga publik dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Rabu (01/04).
Ia menambahkan bahwa keberadaan media penyiaran yang profesional dan berintegritas akan sangat membantu dalam menciptakan pemilu yang berkualitas. Informasi yang disampaikan secara benar dan berimbang dapat mendorong partisipasi masyarakat yang lebih cerdas dan rasional.
Lebih lanjut, Inda juga mengajak seluruh insan penyiaran untuk terus menjaga independensi serta menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam setiap pemberitaan, terutama yang berkaitan dengan isu politik dan pemilu.
“Dalam setiap tahapan pemilu, media penyiaran memiliki pengaruh besar terhadap persepsi publik. Oleh karena itu, penting bagi seluruh insan penyiaran untuk tetap netral, tidak berpihak, serta mengedepankan prinsip keberimbangan dalam menyampaikan informasi,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Bawaslu dan media penyiaran perlu terus diperkuat, khususnya dalam menyebarluaskan informasi terkait pengawasan pemilu dan pencegahan pelanggaran. Dengan dukungan media, pesan-pesan pengawasan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.
Peringatan Hari Penyiaran Nasional ini juga menjadi pengingat bahwa tantangan di era digital semakin kompleks, termasuk maraknya hoaks dan disinformasi yang berpotensi merusak tatanan demokrasi. Dalam situasi ini, media penyiaran diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menangkal informasi yang menyesatkan.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk media penyiaran, dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat. Dengan demikian, demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga substansial, dengan masyarakat yang semakin sadar dan berdaya dalam menentukan pilihan politiknya.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP