Maknai Jumat Agung, Desi Triyana: Penguatan Kesadaran Publik dan Toleransi Sosial
|
Tulang Bawang — Peringatan Jumat Agung Tahun 2026 menjadi momentum refleksi bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang untuk menegaskan pentingnya nilai kasih, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan demokrasi.
Tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa keagamaan, Jumat Agung juga dipandang sebagai pengingat akan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial serta kualitas kehidupan berbangsa. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan upaya menciptakan demokrasi yang sehat, inklusif, dan berintegritas.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa nilai pengorbanan yang terkandung dalam Jumat Agung dapat menjadi inspirasi dalam membangun partisipasi masyarakat yang lebih sadar dan bertanggung jawab.
“Jumat Agung mengajarkan kita tentang arti kepedulian dan pengorbanan untuk kepentingan yang lebih besar. Dalam konteks demokrasi, hal ini dapat diwujudkan melalui partisipasi masyarakat yang aktif dan kesadaran untuk menjaga proses pemilu tetap jujur dan adil,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Jumat (03/04).
Ia menambahkan bahwa penguatan kesadaran publik menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran dalam pemilu. Menurutnya, masyarakat yang memiliki pemahaman yang baik akan lebih mampu menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun provokasi.
“Ketika masyarakat memiliki kesadaran yang kuat, maka mereka tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga pengawas yang aktif. Ini yang terus kami dorong melalui berbagai upaya sosialisasi dan edukasi,” jelasnya.
Selain itu, Desi juga menekankan pentingnya menjaga nilai toleransi dan saling menghargai dalam kehidupan sosial, terutama di tengah keberagaman masyarakat. Ia menilai bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh dalam lingkungan yang damai dan saling menghormati.
“Nilai kasih yang diajarkan dalam Jumat Agung harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan. Ini penting agar demokrasi kita tetap berjalan dalam suasana yang kondusif,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Jumat Agung sebagai pengingat untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Peringatan Jumat Agung ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga menjadi refleksi bersama dalam memperkuat nilai-nilai sosial yang mendukung terciptanya demokrasi yang berkeadilan dan berintegritas.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong partisipasi masyarakat serta memperkuat kesadaran publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang berkualitas dan terpercaya.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP