Kartini di Era Demokrasi, Perempuan Jadi Garda Terdepan Pencegahan Pelanggaran Pemilu
|
Tulang Bawang — Peringatan Hari Kartini dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang sebagai momentum penguatan peran perempuan dalam pencegahan pelanggaran pemilu. Dalam sudut pandang ini, perempuan tidak hanya menjadi simbol emansipasi, tetapi juga garda terdepan dalam membangun kesadaran demokrasi yang sehat di tengah masyarakat. Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dinilai relevan dalam konteks pengawasan partisipatif, di mana perempuan memiliki posisi strategis dalam menyampaikan edukasi politik dan mendorong masyarakat untuk terlibat aktif menjaga integritas pemilu.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa perempuan memiliki kekuatan sosial yang besar dalam membangun budaya pencegahan pelanggaran.
“Perempuan memiliki kedekatan yang kuat dengan lingkungan sosialnya, baik di keluarga maupun di masyarakat. Ini menjadi potensi besar dalam menyampaikan edukasi serta mendorong kesadaran untuk tidak melakukan pelanggaran pemilu,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Selasa (21/04).
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan perempuan cenderung lebih persuasif dan efektif dalam membangun kesadaran kolektif di masyarakat.
“Perempuan mampu menjadi agen perubahan dengan pendekatan yang humanis. Ini sangat penting dalam upaya pencegahan, karena mencegah jauh lebih efektif daripada menindak,” jelasnya.
Desi juga menekankan bahwa peran perempuan dalam pengawasan partisipatif perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan demokrasi yang semakin kompleks.
“Perempuan harus berani bersuara dan aktif terlibat dalam pengawasan. Dengan keterlibatan yang luas, potensi pelanggaran dapat diminimalisir sejak dini,” tambahnya.
Ia juga mengajak perempuan untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran dalam proses demokrasi.
“Keberanian untuk melapor adalah bagian dari semangat Kartini masa kini. Ini menunjukkan kepedulian terhadap kualitas demokrasi yang kita miliki,” tegas Desi.
Peringatan Hari Kartini ini menjadi refleksi bahwa peran perempuan dalam demokrasi tidak hanya sebatas partisipasi, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam menjaga integritas proses pemilu. Dengan semangat Kartini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap semakin banyak perempuan yang mengambil peran aktif dalam pencegahan pelanggaran, sehingga tercipta demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP