Harlah ke-72 IPNU, Desi Triyana Soroti Pentingnya Literasi Demokrasi di Kalangan Pelajar
|
Tulang Bawang — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) pada 24 Februari 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat literasi demokrasi di kalangan generasi muda. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menilai organisasi kepelajaran seperti IPNU memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran hukum dan budaya demokrasi yang sehat sejak dini.
Mengangkat tema “Meneguhkan Khidmat Pelajar Menuju Peradaban Mulia”, IPNU dinilai konsisten membina pelajar dalam nilai keislaman, kebangsaan, dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks kepemiluan, pelajar bukan hanya calon pemilih pemula, tetapi juga agen edukasi di lingkungan sekitarnya.
Bawaslu Tulang Bawang kali ini menyoroti aspek literasi hukum dan partisipasi publik sebagai fondasi demokrasi berkelanjutan. Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa penguatan literasi demokrasi harus dimulai dari bangku pelajar.
“Pelajar adalah kelompok strategis dalam pembangunan kesadaran hukum. Jika sejak dini mereka memahami hak dan kewajiban dalam demokrasi, maka kualitas partisipasi politik di masa depan akan jauh lebih baik,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Selasa (24/02).
Ia menambahkan bahwa literasi kepemiluan tidak hanya berbicara soal tata cara memilih, tetapi juga tentang etika politik, penolakan terhadap politik uang, serta kemampuan menyaring informasi di ruang digital.
“Di era media sosial, pelajar harus mampu menjadi penyaring informasi yang cerdas. Kesadaran ini penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan polarisasi yang merusak tatanan demokrasi,” jelasnya.
Desi menegaskan bahwa pendekatan pencegahan pelanggaran pemilu tidak bisa hanya dilakukan menjelang tahapan pemilu, tetapi harus menjadi proses edukatif yang berkelanjutan.
“Pencegahan yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Organisasi seperti IPNU memiliki jaringan kaderisasi yang kuat, sehingga sangat potensial menjadi mitra dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi yang berintegritas,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar IPNU terus mendorong anggotanya untuk aktif berdiskusi, berpikir kritis, dan terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sebagai bagian dari fungsi hubungan masyarakat, Desi menilai pentingnya membangun komunikasi dua arah antara lembaga pengawas pemilu dan komunitas pelajar.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepelajaran untuk kegiatan sosialisasi, dialog publik, maupun forum edukasi kepemiluan. Semakin luas partisipasi masyarakat, semakin kuat pengawasan yang terbangun,” katanya.
Menurutnya, demokrasi yang berkeadaban hanya dapat tumbuh jika didukung oleh generasi muda yang sadar hukum dan memiliki kepedulian terhadap proses politik yang bersih.
“Selamat Harlah ke-72 IPNU. Semoga semangat khidmat pelajar terus menyala dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat,” pungkas Desi.
Melalui sudut pandang literasi dan partisipasi publik ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa masa depan demokrasi sangat ditentukan oleh kesiapan generasi muda dalam memahami, menjaga, dan mengawal nilai-nilai kebangsaan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP