Lompat ke isi utama

Berita

Harlah ke-71 IPPNU, A. Rachmat Lihusnu: Pentingnya Integritas dan Etika Demokrasi

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang – Peringatan Hari Lahir ke-71 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama pada 2 Maret 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran generasi muda perempuan dalam menjaga nilai-nilai integritas. Dengan mengusung tema “71IPPNUniverse: Beyond Every Boundary”, IPPNU dinilai terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi kaderisasi pelajar putri yang adaptif dan progresif.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang melihat peringatan ini dari perspektif penguatan integritas dan kesadaran etika publik. Dalam dinamika demokrasi yang terus berkembang, generasi muda dinilai memegang peran strategis dalam mencegah praktik-praktik pelanggaran dan sengketa yang dapat mencederai proses demokrasi.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menegaskan bahwa pendidikan karakter yang dibangun melalui organisasi seperti IPPNU menjadi fondasi penting dalam menciptakan demokrasi yang sehat.

“Integritas tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui proses pembinaan yang konsisten. IPPNU telah menjalankan peran itu selama 71 tahun, membentuk pelajar putri yang memiliki nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial,” ujar Rachmat saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Senin (02/03).

Ia menambahkan, dalam konteks kepemiluan, kesadaran generasi muda terhadap aturan dan etika menjadi salah satu kunci pencegahan pelanggaran.

“Ketika generasi muda memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum dan moral, maka potensi pelanggaran dapat diminimalisir. Pencegahan terbaik dimulai dari pendidikan nilai dan kesadaran sejak dini,” jelasnya.

Menurutnya, tema “Beyond Every Boundary” dapat dimaknai sebagai dorongan bagi pelajar putri untuk melampaui batas ketidakpedulian dan apatisme terhadap isu-isu publik.

“Melampaui batas berarti berani terlibat secara positif. Berani menyuarakan kebenaran, berani menolak praktik yang tidak adil, dan berani menjaga integritas diri. Inilah esensi demokrasi yang berkeadilan,” tambahnya.

A. Rachmat Lihusnu juga berharap IPPNU terus memperkuat kaderisasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kokoh.

Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menilai, kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan organisasi kepemudaan seperti IPPNU menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi Indonesia. Dengan generasi muda perempuan yang sadar hukum, beretika, dan berintegritas, masa depan demokrasi diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Harlah ke-71 IPPNU
Pentingnya Integritas
Etika Demokrasi
A. Rachmat Lihusnu