Harlah ke-66 PMII, Mohammad Kausar Sangjaya: Peran Pemuda Membangun Kelembagaan Demokrasi
|
Tulang Bawang — Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi refleksi penting bagi penguatan peran pemuda, khususnya mahasiswa, dalam mendukung pembangunan kelembagaan demokrasi yang profesional dan berintegritas. Mengusung tema “Aksi Nyata PMII Untuk Indonesia”, peringatan ini dimaknai tidak hanya sebagai perjalanan historis organisasi, tetapi juga sebagai dorongan bagi generasi muda untuk berkontribusi secara nyata dalam berbagai sektor, termasuk dalam penguatan tata kelola demokrasi.
Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Mohammad Kausar Sangjaya, menilai bahwa mahasiswa memiliki peran strategis tidak hanya dalam aspek pengawasan, tetapi juga dalam mendukung penguatan sistem dan tata kelola kelembagaan.
“Mahasiswa, termasuk kader PMII, memiliki potensi besar dalam mendukung penguatan kelembagaan demokrasi. Tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai bagian dari generasi yang mampu membawa inovasi dan pemikiran baru dalam tata kelola organisasi,” ujar Kausar saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Jumat (17/04).
Ia menjelaskan bahwa dalam era perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang cepat, dibutuhkan generasi muda yang adaptif dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kerja kelembagaan.
“Tema ‘Aksi Nyata’ sangat relevan. Kontribusi mahasiswa dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari penguatan kapasitas diri, pemanfaatan teknologi, hingga keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung demokrasi,” tambahnya.
Kausar juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, yang dapat dimulai sejak di bangku organisasi kemahasiswaan.
“Organisasi seperti PMII menjadi ruang belajar yang sangat penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja secara kolektif. Ini menjadi bekal penting dalam mendukung kinerja kelembagaan ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga dan mahasiswa perlu terus diperkuat, khususnya dalam menghadirkan inovasi dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas.
“Kami melihat mahasiswa sebagai mitra strategis. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat menciptakan sistem kerja yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap perkembangan zaman,” ungkap Kausar.
Ia juga berharap PMII dapat terus melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kompetensi dan integritas dalam mendukung pembangunan bangsa.
“Ke depan, kami berharap PMII terus mencetak generasi yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor, termasuk dalam penguatan demokrasi,” tegasnya.
Momentum Harlah ke-66 PMII ini diharapkan menjadi titik penguatan peran pemuda dalam mendukung kelembagaan yang lebih profesional, adaptif, dan berintegritas.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk mahasiswa, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP