Harlah ke-66 PMII, Bawaslu Tulang Bawang Dorong Aksi Nyata Mahasiswa Kawal Demokrasi
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang diperingati pada 17 April 2026. Mengusung tema “Aksi Nyata PMII Untuk Indonesia”, peringatan ini menjadi momentum penting dalam menegaskan peran strategis mahasiswa dalam pembangunan bangsa dan penguatan demokrasi. Sejak berdiri pada 17 April 1960, PMII telah menjadi salah satu organisasi mahasiswa yang konsisten dalam mencetak kader-kader intelektual yang kritis, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa peringatan Harlah PMII ke-66 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Kami mengucapkan selamat Hari Lahir ke-66 PMII. Tema ‘Aksi Nyata PMII Untuk Indonesia’ menjadi pengingat bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, termasuk dalam menjaga demokrasi yang jujur dan berintegritas,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Jumat (17/04).
Ia menambahkan bahwa sinergi antara mahasiswa dan lembaga pengawas pemilu sangat penting dalam membangun pengawasan partisipatif yang kuat.
“Mahasiswa, khususnya kader PMII, memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Kami berharap peran tersebut terus diperkuat dalam mengawal setiap proses demokrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat.
“PMII memiliki peran besar dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya partisipasi dalam demokrasi. Ini sejalan dengan upaya Bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif,” ujar Desi.
Ia juga berharap kader PMII dapat terus aktif dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi demokrasi di tengah masyarakat.
“Dengan semangat aksi nyata, kami berharap PMII dapat terus menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi politik yang sehat dan menciptakan ruang demokrasi yang inklusif,” jelasnya.
Di sisi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga integritas pemilu melalui pengawasan aktif.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga integritas pemilu, baik melalui pengawasan langsung maupun sebagai bagian dari kontrol sosial. Keterlibatan aktif mahasiswa akan memperkuat sistem demokrasi yang berkeadilan,” ujar Rachmat.
Ia juga menambahkan bahwa kesadaran hukum dan pemahaman terhadap mekanisme demokrasi perlu terus ditingkatkan di kalangan mahasiswa.
“Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah pelanggaran serta mendorong penyelesaian sengketa yang berkeadilan,” tambahnya.
Momentum Harlah ke-66 PMII ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi penguat komitmen dalam berkontribusi nyata bagi bangsa, khususnya dalam menjaga kualitas demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang partisipatif, transparan, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP