Hari Radio Sedunia 2026, Bawaslu Tulang Bawang: Radio Penjernih Informasi, Pengawal Demokrasi
|
Tulang Bawang — Dalam rangka memperingati Hari Radio Sedunia yang jatuh pada 13 Februari 2026, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh insan radio yang selama ini konsisten menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menilai Radio sebagai penjernih informasi dan pengawal demokrasi. Radio masih memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi publik, menjaga ruang informasi yang sehat, serta mendukung terselenggaranya demokrasi yang berintegritas.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan media sosial, radio tetap menjadi medium komunikasi yang inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk wilayah dengan keterbatasan akses internet. Karakter radio yang cepat, langsung, dan dekat dengan pendengar menjadikannya salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran publik.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa radio memiliki kontribusi nyata dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyebaran informasi yang akurat dan berimbang.
“Radio bukan sekadar media hiburan, tetapi juga ruang edukasi publik. Dalam konteks demokrasi, radio berperan sebagai penjernih informasi di tengah potensi disinformasi dan hoaks yang dapat memecah belah masyarakat,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Jumat (13/02).
Menurutnya, keberadaan radio sangat membantu dalam menyampaikan informasi kepemiluan, sosialisasi tahapan, serta edukasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat secara luas.
“Kami memandang radio sebagai mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan pengawasan, pencegahan pelanggaran, serta penguatan nilai integritas. Demokrasi membutuhkan informasi yang benar, dan radio turut mengawal proses itu,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menekankan bahwa radio memiliki kekuatan membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Radio mampu menjangkau hingga ke ruang-ruang privat masyarakat. Melalui dialog interaktif, talkshow, dan siaran edukatif, radio menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi hukum dan kesadaran partisipatif,” jelas Desi.
Ia menambahkan bahwa dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu, edukasi menjadi langkah awal yang krusial.
“Ketika masyarakat mendapatkan informasi yang jernih dan dapat dipertanggungjawabkan, maka potensi pelanggaran dapat diminimalkan. Radio berperan penting dalam membentuk opini publik yang sehat dan rasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menyoroti peran radio dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas selama proses demokrasi berlangsung.
“Dalam setiap tahapan pemilu, informasi yang keliru dapat memicu kesalahpahaman bahkan konflik. Radio hadir sebagai pengawal demokrasi dengan menyajikan klarifikasi dan informasi yang berimbang,” kata Rachmat.
Ia menegaskan bahwa media yang profesional turut memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi dan penegakan hukum.
“Ketika informasi disampaikan secara objektif dan sesuai fakta, masyarakat akan lebih percaya pada mekanisme hukum dan penyelesaian sengketa yang berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Momentum Hari Radio Sedunia 2026 ini menjadi pengingat bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan media massa. Radio, dengan sejarah panjangnya sebagai medium informasi rakyat, tetap relevan dalam menjaga ruang publik yang cerdas dan bertanggung jawab.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap sinergi dengan insan radio terus terjalin erat dalam menyebarluaskan informasi kepemiluan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menjaga integritas demokrasi di Kabupaten Tulang Bawang.
Sebagaimana semangat yang diusung tahun ini, radio bukan hanya penyampai suara, tetapi juga penjernih informasi dan pengawal demokrasi menuju tata kelola pemilu yang transparan, adil, dan berkeadaban.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP