Hari Penyiaran Nasional 2026, Desi Triyana: Peran Media Cegah Pelanggaran Pemilu
|
Tulang Bawang, — Peringatan Hari Penyiaran Nasional tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum reflektif bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, dalam memperkuat peran penyiaran sebagai garda terdepan pencegahan pelanggaran pemilu.
Dengan mengusung tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional”, Bawaslu memandang bahwa media penyiaran memiliki fungsi strategis dalam membangun kesadaran publik serta menciptakan ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa penyiaran yang berkualitas mampu menjadi instrumen efektif dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu sejak dini.
“Media penyiaran memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, ketika informasi yang disampaikan bersifat edukatif, akurat, dan berimbang, maka secara tidak langsung media telah berkontribusi dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Rabu (01/04).
Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan pemilu di era digital saat ini adalah maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, serta narasi provokatif yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat. Dalam kondisi tersebut, peran media penyiaran menjadi sangat vital sebagai penyeimbang arus informasi.
“Penyiaran harus mampu menjadi filter sekaligus penjernih informasi. Ketika masyarakat mendapatkan informasi yang benar, maka potensi terjadinya pelanggaran akibat kesalahpahaman atau manipulasi informasi dapat diminimalisir,” jelasnya.
Desi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu dan media penyiaran dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menyosialisasikan nilai-nilai demokrasi serta mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi jalannya pemilu.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk media penyiaran, untuk menyampaikan pesan-pesan pengawasan kepada masyarakat. Dengan begitu, partisipasi publik dalam mengawal pemilu akan semakin meningkat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak insan penyiaran untuk tetap menjaga independensi dan profesionalitas dalam setiap pemberitaan, khususnya yang berkaitan dengan isu politik. Netralitas media, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Peringatan Hari Penyiaran Nasional ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa penyiaran memiliki peran strategis tidak hanya dalam penyebaran informasi, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Kolaborasi yang kuat antara media penyiaran dan lembaga pengawas pemilu diyakini mampu menciptakan ekosistem demokrasi yang sehat, transparan, dan berintegritas.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi dengan media penyiaran dalam upaya pencegahan pelanggaran serta penguatan partisipasi masyarakat, demi terwujudnya pemilu yang berkualitas dan berkeadilan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP