Hari Kartini 2026, Bawaslu Tulang Bawang Ajak Perempuan Berani Bersuara Kawal Demokrasi
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang memperingati Hari Kartini dengan mengangkat semangat emansipasi dalam konteks demokrasi modern. Dengan tema “Menjadi Kartini Masa Kini Berarti Berani Bersuara dan Mengawal Demokrasi yang Jujur dan Adil”, peringatan ini menjadi refleksi atas peran penting perempuan dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Momentum Hari Kartini yang merujuk pada perjuangan Raden Ajeng Kartini dimaknai Bawaslu sebagai dorongan untuk terus memperkuat partisipasi perempuan, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas partisipatif yang aktif dalam mengawal jalannya proses demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan bahwa semangat Kartini harus diterjemahkan dalam keberanian perempuan untuk berperan aktif dalam kehidupan demokrasi.
“Menjadi Kartini masa kini berarti berani menyuarakan kebenaran dan ikut serta dalam menjaga demokrasi yang jujur dan adil. Perempuan memiliki peran strategis dalam menciptakan pemilu yang berintegritas,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Selasa (21/04).
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam pengawasan pemilu menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.
“Kami mendorong perempuan untuk tidak ragu terlibat aktif, baik dalam pengawasan maupun dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga hak pilih,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menilai bahwa peran perempuan dalam aspek pencegahan sangat krusial.
“Perempuan memiliki kedekatan sosial yang kuat di tengah masyarakat. Ini menjadi potensi besar dalam menyampaikan edukasi politik, mendorong partisipasi, serta mencegah terjadinya pelanggaran pemilu,” jelas Desi.
Ia menambahkan bahwa perempuan dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas.
“Dengan keberanian bersuara dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, perempuan dapat menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pemilu yang bersih,” ungkapnya.
Di sisi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menjaga keadilan dalam proses demokrasi, khususnya dalam aspek penegakan hukum.
“Perempuan juga memiliki peran penting dalam memastikan proses demokrasi berjalan secara adil. Keberanian untuk melaporkan pelanggaran dan memperjuangkan keadilan menjadi bagian dari semangat Kartini masa kini,” ujar Rachmat.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif perempuan dalam pengawasan dan pelaporan pelanggaran akan memperkuat sistem penegakan hukum pemilu.
“Partisipasi perempuan dalam melaporkan pelanggaran akan membantu menciptakan efek jera serta menjaga integritas proses demokrasi,” tambahnya.
Peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum bagi Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang untuk terus mendorong keterlibatan perempuan dalam setiap aspek demokrasi, mulai dari pencegahan, pengawasan, hingga penegakan hukum.
Dengan semangat Kartini, Bawaslu berharap lahir lebih banyak perempuan yang berani bersuara, peduli terhadap hak pilih, serta aktif dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP