Bawaslu Tulang Bawang Tekankan Penguatan Dukungan Teknis Pengawasan Berbasis Nilai Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti kegiatan Kultum “Ngabuburit Pengawasan” yang diselenggarakan secara daring oleh Bawaslu Republik Indonesia dengan tema “Penguatan Dukungan Teknis Pengawasan Pemilu”, pada Selasa (03/03). Kegiatan tersebut menghadirkan Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu RI, Yusti Erlina, sebagai penceramah yang menekankan pentingnya nilai ikhtiar, doa, dan tawakal sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
Dalam penyampaiannya, Yusti Erlina menjelaskan bahwa tiga prinsip tersebut bukan hanya nilai spiritual, tetapi juga menjadi fondasi etika kerja bagi jajaran pengawas pemilu dalam menjalankan amanah kelembagaan.
Menurutnya, ikhtiar merupakan bentuk usaha maksimal yang harus dilakukan manusia dalam setiap tanggung jawab yang diemban. Ia menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, manusia tidak diajarkan untuk berpangku tangan, melainkan terus berusaha secara sungguh-sungguh dalam setiap urusan.
“Ikhtiar adalah usaha maksimal yang harus dilakukan manusia. Agama kita tidak mengajarkan untuk berpangku tangan, tetapi mendorong kita untuk berusaha sebaik-baiknya,” ujar Yusti dalam kultum tersebut.
Ia juga mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW selalu mengedepankan ikhtiar dalam setiap langkah, termasuk dalam situasi peperangan, dengan mempersiapkan strategi, perlengkapan, serta logistik secara matang. Hal itu menunjukkan bahwa ikhtiar merupakan bagian dari teladan yang diajarkan Rasulullah.
Dalam konteks kelembagaan Bawaslu, Yusti mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat dukungan teknis pengawasan pemilu melalui optimalisasi sistem dan layanan publik yang dimiliki Bawaslu, seperti Siwaslu, Sigaplapor, dan Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa (SIPS). Menurutnya, berbagai instrumen tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu mendukung pengawasan pemilu secara lebih efektif dan efisien.
“Sekarang adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperbaiki segala kekurangan dan menyempurnakan sistem yang ada agar menjadi lebih baik,” tegasnya.
Selain ikhtiar, ia juga mengingatkan pentingnya doa dalam setiap upaya yang dilakukan manusia. Doa, menurutnya, merupakan kekuatan spiritual yang menjadi penyeimbang usaha manusia.
“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa adalah senjata bagi umat manusia. Karena itu, setiap usaha harus selalu diiringi dengan doa,” jelasnya.
Setelah usaha dan doa dilakukan, Yusti menambahkan bahwa sikap tawakal menjadi langkah terakhir dengan menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah SWT. Ia menekankan bahwa tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi berserah diri setelah ikhtiar dilakukan secara maksimal.
“Usaha tanpa doa dan tawakal akan membuat manusia sombong. Sebaliknya, doa dan tawakal tanpa usaha justru membuat kita malas,” pungkasnya.
Menanggapi materi tersebut, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa pesan yang disampaikan dalam kultum tersebut menjadi pengingat penting bagi jajaran pengawas pemilu untuk menjaga keseimbangan antara profesionalitas kerja dan nilai-nilai spiritual.
Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan pemahaman regulasi, tetapi juga integritas moral yang kuat dalam menjalankan amanah pengawasan demokrasi.
“Nilai ikhtiar, doa, dan tawakal yang disampaikan dalam kultum ini menjadi pengingat bagi kami bahwa pengawasan pemilu bukan hanya soal menjalankan tugas administratif dan teknis, tetapi juga tentang menjaga integritas, keikhlasan, serta tanggung jawab moral dalam mengawal proses demokrasi,” ujar Desi.
Ia menambahkan bahwa penguatan dukungan teknis, termasuk optimalisasi berbagai sistem digital yang dimiliki Bawaslu, menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pengawasan yang transparan, efektif, dan akuntabel.
Desi juga menilai momentum Ramadan melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan menjadi ruang refleksi bagi jajaran pengawas pemilu untuk memperkuat semangat pengabdian dalam menjalankan tugas kelembagaan.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan penguatan spiritual, tetapi juga memperkaya perspektif kami dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional sekaligus berintegritas,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap nilai-nilai yang disampaikan dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pengawas pemilu untuk terus meningkatkan kualitas kerja pengawasan, sekaligus menjaga amanah dalam mewujudkan demokrasi yang lebih bermartabat.
Editor: Bambang AP
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Bawaslu