Penguatan SDM dan Tata Kelola, Kausar Sangjaya Maknai Hari Buku Sedunia dari Perspektif Kesekretariatan
|
Tulang Bawang, 23 April 2026 — Peringatan Hari Buku Sedunia dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang dari sudut pandang yang berbeda, yakni penguatan sumber daya manusia dan tata kelola kesekretariatan melalui budaya literasi. Jika literasi sering dikaitkan dengan peningkatan wawasan individu, Bawaslu Tulang Bawang melihatnya sebagai fondasi dalam membangun sistem kerja yang efektif, tertib administrasi, serta pelayanan kelembagaan yang profesional.
Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Mohammad Kausar Sangjaya, menegaskan bahwa literasi memiliki peran penting dalam mendukung kinerja administratif dan tata kelola organisasi.
“Kesekretariatan merupakan tulang punggung kelembagaan. Literasi menjadi kunci dalam memastikan setiap proses administrasi, pengelolaan data, hingga penyusunan laporan berjalan secara akurat dan sistematis,” ujar Kausar saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Kamis (23/04).
Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas kesekretariatan, pemahaman terhadap regulasi, pedoman kerja, serta sistem administrasi menjadi hal yang mutlak.
“Budaya membaca membantu pegawai memahami aturan dan prosedur secara menyeluruh, sehingga meminimalisir kesalahan dan meningkatkan kualitas kerja,” jelasnya.
Kausar juga menekankan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada buku fisik, tetapi juga mencakup pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data dan dokumen.
“Di era digital, literasi juga berarti kemampuan mengelola informasi secara elektronik. Penguasaan aplikasi, sistem data, dan arsip digital menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja kesekretariatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa budaya literasi akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan internal maupun eksternal lembaga.
“Ketika SDM memiliki literasi yang baik, maka pelayanan kepada pimpinan, antar divisi, hingga kepada publik akan menjadi lebih cepat, tepat, dan akuntabel,” tambahnya.
Kausar juga mendorong agar budaya membaca dan belajar terus ditanamkan di lingkungan kerja sebagai bagian dari penguatan organisasi.
“Kami ingin membangun lingkungan kerja yang adaptif dan terus berkembang. Literasi harus menjadi budaya, bukan sekadar kebutuhan sesaat,” ujarnya.
Momentum Hari Buku Sedunia ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa penguatan kelembagaan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
“Pengawasan pemilu yang berkualitas membutuhkan dukungan sistem yang baik. Dan sistem yang baik lahir dari SDM yang terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya,” tutupnya.
Dengan sudut pandang kesekretariatan, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa literasi adalah fondasi dalam membangun tata kelola yang profesional, efektif, dan berintegritas, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP