Bawaslu Tulang Bawang Komitmen Tingkatkan Maturitas SPIP dan Pengelolaan Risiko
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti Rapat Pendampingan Pengisian Kertas Kerja Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Penyusunan Dokumen Manajemen Risiko yang diselenggarakan Bawaslu RI secara daring, Rabu (17/06).
Kegiatan tersebut membahas Overview dan Penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dengan materi yang disampaikan oleh Tim Direktorat Pengawasan Bidang Politik dan Penegakan Hukum Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pendampingan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kapasitas jajaran Bawaslu dalam penerapan sistem pengendalian intern dan manajemen risiko guna mendukung tata kelola kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa penerapan SPIP dan manajemen risiko merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang baik.
“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan SPIP dan penyusunan manajemen risiko. Hal ini penting untuk memastikan setiap program dan kegiatan Bawaslu dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan, serta memiliki langkah mitigasi terhadap potensi risiko yang mungkin terjadi,” ujar Inda.
Sementara itu, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Mohd. Kausar Sangjaya, menilai pendampingan tersebut menjadi sarana yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan organisasi dan administrasi kelembagaan.
“SPIP dan manajemen risiko merupakan instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik. Melalui pendampingan ini, kami semakin memahami proses identifikasi, analisis, dan pengendalian risiko sehingga dapat diterapkan secara optimal dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan,” kata Kausar.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengendalian intern dan manajemen risiko sebagai upaya mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP