Lompat ke isi utama

Berita

Mitigasi Kerawanan Pemilu, Bawaslu Tulang Bawang Ikuti Sosialisasi IKP Nasional

z

Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang mengikuti Sosialisasi Model Evaluasi dan Pengumpulan Data Pendukung Evaluasi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu secara daring, Selasa (04/08).

Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti Sosialisasi Model Evaluasi dan Pengumpulan Data Pendukung Evaluasi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu secara daring, Selasa (04/08). Kegiatan tersebut diikuti oleh Bawaslu/Panwaslih Provinsi serta Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota se-Indonesia sebagai bagian dari penguatan evaluasi dan pengembangan metodologi IKP.

Dalam pemaparannya, Kepala Puslitbangdiklat Bawaslu, Roy Maryuna Siagian, menjelaskan bahwa evaluasi IKP merupakan bagian dari penyempurnaan metodologi dalam mengidentifikasi dan memetakan potensi kerawanan serta pelanggaran pemilu. Evaluasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan instrumen mitigasi yang semakin efektif dalam mendukung pengawasan pemilu.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu RI, Dr. Herwyn J. H. Malonda, yang menegaskan bahwa Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) merupakan trademark Bawaslu dan memiliki peran strategis sebagai sistem peringatan dini. Menurutnya, IKP tidak sekadar menjadi dokumen administratif, melainkan fondasi penting dalam memetakan dan memitigasi berbagai potensi kerawanan, mulai dari politik uang, netralitas ASN, kerawanan kampanye, pemungutan suara, pelaksanaan pemilu di luar negeri, hingga penyelenggaraan pilkada.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa evaluasi IKP menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pencegahan pelanggaran pemilu melalui pemetaan kerawanan yang berbasis data.

"IKP merupakan instrumen strategis yang membantu Bawaslu menyusun langkah pencegahan secara lebih terarah. Melalui evaluasi yang berkelanjutan, kita dapat meningkatkan kualitas pemetaan kerawanan sehingga upaya pencegahan menjadi lebih tepat sasaran dan mampu mendukung penyelenggaraan pemilu yang demokratis, berintegritas, serta akuntabel," ujar Inda.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menambahkan bahwa keberhasilan penyusunan IKP sangat bergantung pada kualitas data dan kolaborasi seluruh jajaran pengawas pemilu.

"Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam menghasilkan Indeks Kerawanan Pemilu yang berkualitas. Karena itu, setiap tahapan evaluasi harus dilakukan secara cermat agar IKP benar-benar menjadi sistem peringatan dini yang efektif dalam mendukung strategi pencegahan pelanggaran dan pengawasan yang lebih optimal," kata Desi.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pengawasan berbasis data, meningkatkan efektivitas pencegahan, serta mendukung terwujudnya pemilu dan pemilihan yang jujur, adil, dan berintegritas.

k

 

d

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
IKP
Mitigasi
Kerawanan