Inda Fiska: Uji Petik Menjadi Dasar Pemetaan Kerawanan Data Pemilih
|
Tulang Bawang — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan bahwa uji petik Daftar Pemilih Berkelanjutan (UP-DPB) menjadi instrumen penting untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi data pemilih di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang melaksanakan uji petik di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kamis (08/10). Pengujian dilakukan melalui metode People to List dan List to People pada RT 02 RW 01 dan RT 04 RW 01.
Inda mengatakan pengawasan tidak cukup hanya melihat data secara administratif, tetapi perlu memastikan kesesuaiannya dengan kondisi faktual masyarakat.
“Uji petik menjadi bagian dari pengawasan untuk melihat kesesuaian data pemilih dengan kondisi di lapangan. Hasil pengujian ini penting sebagai bahan bagi Bawaslu dalam memetakan potensi kerawanan dan menyusun langkah pengawasan PDPB menuju Pemilu 2029,” ujar Inda.
Menurutnya, uji petik juga berfungsi menyediakan bukti empiris dalam mengidentifikasi berbagai persoalan yang dapat muncul dalam data pemilih, termasuk pemilih ganda, perubahan elemen data, perpindahan domisili, hingga perubahan status kependudukan.
Hasil pengujian tersebut selanjutnya menjadi bahan penyusunan pemetaan kerawanan isu strategis PDPB dan rekomendasi pengawasan Bawaslu secara berkelanjutan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP