Mitigasi Kerawanan Pemilu, Bawaslu Tulang Bawang Tingkatkan Kompetensi Pengelola Data Kerawanan Pemilu
|
Tulang Bawang - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Pengelola Data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang diselenggarakan Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI secara hybrid di Aone Hotel Jakarta, Selasa (27/10).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia secara daring. Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang diwakili PIC IKP Laila Fatimatul Inayah dan enumerator Amin Huda untuk memperkuat kemampuan dalam pengumpulan serta pengelolaan data kerawanan pemilu.
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa enumerator tidak sekadar bertugas mengumpulkan informasi, tetapi juga bertanggung jawab menjaga kualitas data yang menjadi dasar pemetaan kerawanan pemilu.
“Selamat menjadi enumerator yang kompeten itu demi kemajuan demokrasi kita. Kalianlah yang akan ada di garis terdepan untuk proses IKP yang sedang kita pastikan pengelolaannya jauh lebih baik, kita pastikan substansinya jauh lebih tepat, kita pastikan indikatornya akurat, sehingga datanya kemudian bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Lolly.
Ia menekankan pentingnya keseragaman pemahaman indikator, integritas, akurasi, serta keterlacakan data agar informasi yang dihimpun dapat digunakan secara tepat. Menurutnya, data kerawanan juga memiliki peran penting dalam menentukan langkah mitigasi dan pencegahan.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Faizi, S.E.i., M.Si., Ph.D., Sita Aripurnami, dan Usep Saiful Akhyar. Para narasumber memberikan materi mengenai pengelolaan data IKP, termasuk ketepatan metode pengumpulan informasi sebagai dasar identifikasi potensi kerawanan dalam penyelenggaraan pemilu.
Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan pentingnya penerapan hasil pelatihan dalam pelaksanaan tugas pengawasan di daerah. Penguatan kompetensi pengelola data diharapkan membantu jajaran mengidentifikasi potensi kerawanan secara lebih sistematis dan mendukung langkah pencegahan yang tepat.
"Melalui kegiatan ini, semoga kami mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data IKP sehingga informasi yang dihimpun dapat menjadi dasar pemetaan kerawanan dan penyusunan strategi pengawasan pemilu yang lebih terarah," kata Desi.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP