Inda Fiska Tekankan Keberlanjutan Uji Petik Data Pemilih
|
Tulang Bawang — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menekankan pentingnya pelaksanaan uji petik secara berkelanjutan untuk memastikan akurasi proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Sosialisasi Riset Uji Petik Daftar Pemilih Berkelanjutan yang diselenggarakan Puslitbangdiklat Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (15/09).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari riset Bawaslu RI untuk mendukung pemetaan kerawanan pada isu strategis PDPB sebagai bahan dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Tulang Bawang hadir bersama Anggota Bawaslu Desi Triyana dan didampingi staf pengawasan Laila Fatimatul Inayah serta Amin Huda.
Ketua Bawaslu Tulang Bawang menjelaskan bahwa uji petik merupakan salah satu metode pengawasan yang digunakan untuk melihat kesesuaian data pemilih dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, kegiatan uji petik telah dilakukan jajaran Bawaslu Tulang Bawang sejak 2024 dan terus berlanjut hingga 2026.
“Uji petik diperlukan untuk memastikan proses pendataan pemilih berkelanjutan yang dilakukan oleh jajaran KPU dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengawasan tersebut juga berkaitan dengan upaya memastikan tidak ada masyarakat yang memenuhi syarat sebagai pemilih namun terlewat dalam proses pendataan.
“Uji petik menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh pemilih yang memiliki hak pilih dapat terdata secara baik dan tidak ada pemilih yang terlewatkan,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan uji petik secara berkelanjutan memberikan ruang bagi Bawaslu untuk mencermati dinamika data pemilih dan memastikan proses pemutakhiran tetap berjalan sesuai kondisi faktual.
Bawaslu Tulang Bawang akan terus menggunakan hasil pengawasan sebagai bahan evaluasi dalam mengawal proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP