Desi Triyana: Data Pemilih Harus Diuji dengan Kondisi Faktual
|
Tulang Bawang — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menekankan pentingnya pencocokan data pemilih dengan kondisi faktual sebagai bagian dari upaya memitigasi potensi kerawanan daftar pemilih.
Hal tersebut disampaikan Desi dalam Sosialisasi Riset Uji Petik Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) yang diselenggarakan Puslitbangdiklat Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (15/09).
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari riset Bawaslu dalam mempersiapkan pemetaan kerawanan isu strategis Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk mendukung Indeks Kerawanan Pemilu (IKP).
Desi mengikuti kegiatan bersama Ketua Bawaslu Tulang Bawang dan didampingi staf pengawasan Laila Fatimatul Inayah serta Amin Huda.
Menurut Desi, data pemilih memiliki posisi penting dalam memastikan hak pilih masyarakat dapat terlindungi. Karena itu, keberadaan data secara administratif perlu disertai dengan pengujian terhadap kondisi sebenarnya di lapangan.
“Riset Uji Petik ini menjadi bagian penting dalam upaya memitigasi potensi kerawanan, guna memastikan data pemilih tidak hanya tersedia secara administratif, tetapi juga sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” ujar Desi.
Ia menegaskan bahwa proses pencocokan dan pengujian data harus dilakukan secara terukur agar potensi ketidaksesuaian dapat diketahui dan menjadi bahan dalam menentukan langkah pengawasan.
“Karena itu, proses pencocokan dan pengujian data perlu dilakukan secara terukur dan berdasarkan kondisi sebenarnya,” katanya.
Desi menambahkan, riset uji petik juga dapat memberikan gambaran mengenai potensi kerawanan dalam proses pemutakhiran data pemilih. Hasil tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan penguatan strategi pengawasan Bawaslu.
Melalui pengujian data secara faktual dan terukur, Bawaslu Tulang Bawang terus mengawal pemutakhiran data pemilih agar prosesnya dapat mendukung pemenuhan hak pilih masyarakat.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP