Lompat ke isi utama

Berita

Dari Literasi ke Integritas, Inda Fiska Mahendro Maknai Hari Buku Sedunia sebagai Fondasi Pengawasan Berkualitas

A

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang — Peringatan Hari Buku Sedunia dimaknai berbeda oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang. Tidak sekadar seremonial, momentum ini dijadikan sebagai refleksi penting bahwa kekuatan pengawasan pemilu berawal dari kualitas literasi sumber daya manusia. Di tengah tuntutan pengawasan yang semakin kompleks, Bawaslu Tulang Bawang menilai bahwa budaya membaca dan penguatan literasi menjadi fondasi utama dalam membangun pengawas pemilu yang profesional, kritis, dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir dan kualitas kerja pengawas pemilu.

“Pengawasan yang kuat tidak lahir secara instan, tetapi dibangun dari proses belajar yang berkelanjutan. Literasi menjadi fondasi utama dalam membentuk cara berpikir yang kritis, analitis, dan objektif,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Kamis (23/04).

Ia menegaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, kemampuan memahami dan mengolah informasi menjadi sangat penting.

“Banyaknya informasi yang beredar menuntut kita untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memilah dan menganalisis. Di sinilah pentingnya literasi sebagai bekal dalam mengambil keputusan yang tepat,” jelasnya.

Inda juga menilai bahwa budaya membaca harus menjadi bagian dari etos kerja di lingkungan Bawaslu.

“Literasi bukan hanya kebutuhan individu, tetapi menjadi kebutuhan organisasi. Ketika seluruh jajaran memiliki kebiasaan membaca dan belajar, maka kualitas kelembagaan juga akan meningkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan literasi akan berdampak langsung pada kualitas demokrasi.

“Pengawas pemilu yang berpengetahuan akan mampu menjalankan tugas dengan lebih profesional dan berintegritas. Pada akhirnya, ini akan berkontribusi pada terjaganya demokrasi yang jujur dan adil,” tambahnya.

Menurut Inda, Hari Buku Sedunia harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif bahwa membaca adalah investasi jangka panjang bagi kualitas pengawasan.

“Ini bukan hanya tentang buku, tetapi tentang bagaimana kita terus belajar, berkembang, dan memperkuat kapasitas diri dalam mengawal demokrasi,” tutupnya.

Dengan sudut pandang literasi sebagai fondasi integritas, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong budaya membaca sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan kualitas pengawasan pemilu ke depan.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Literasi ke Integritas
Inda Fiska Mahendro
Hari Buku Sedunia
Fondasi Pengawasan Berkualitas