Uji Petik di Banjar Agung, Bawaslu Tulang Bawang Perkuat Validasi Faktual Data Pemilih
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang melaksanakan uji petik pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Kampung Banjar Agung, Kecamatan Banjar Agung, Senin (20/04). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan non-tahapan untuk memastikan validitas dan akurasi data pemilih di lapangan. Tim dari sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang melakukan penelusuran langsung terhadap data pemilih yang terindikasi anomali pada aplikasi Sidalih. Uji petik ini difokuskan pada pencocokan data administrasi dengan kondisi faktual di masyarakat, guna meminimalisir potensi ketidaksesuaian data.
Staf Penata Kelola Pengawasan Pemilihan Umum Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Laila Fatimatul Inayah, menjelaskan bahwa kegiatan uji petik dilakukan berdasarkan surat tugas Pimpinan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, serta hasil analisis awal terhadap data yang dinilai perlu diverifikasi lebih lanjut.
“Pelaksanaan uji petik ini merupakan tindak lanjut dari hasil pencermatan data pemilih yang terindikasi anomali di aplikasi Sidalih. Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya,” ujar Laila.
Ia menambahkan bahwa validasi faktual menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas data pemilih, sehingga setiap perubahan atau ketidaksesuaian dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin memastikan bahwa data yang ada benar-benar akurat, karena ini berkaitan langsung dengan hak pilih masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim Bawaslu juga berkoordinasi dengan pemerintah kampung setempat. Kepala Seksi Pemerintahan Kampung Banjar Agung, Ariyani, menyampaikan bahwa pihaknya secara aktif mengedukasi masyarakat terkait pentingnya tertib administrasi kependudukan, khususnya dalam pengurusan akta kematian.
“Kami selalu mengingatkan masyarakat untuk segera mengurus administrasi, termasuk akta kematian jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Hal ini penting agar data kependudukan tetap valid,” jelas Ariyani.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan uji petik yang dilakukan Bawaslu sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kualitas data pemilih.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini karena sangat membantu dalam memastikan data pemilih sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Terpisah, Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa pengawasan terhadap PDPB tetap dilakukan meskipun berada di luar tahapan pemilu.
“Pengawasan non-tahapan tetap menjadi perhatian kami. Melalui uji petik ini, kami melakukan validasi faktual untuk memastikan data pemilih benar-benar akurat dan hak pilih masyarakat tetap terjaga,” ujar Desi.
Ia menekankan bahwa akurasi data pemilih merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas dan berintegritas.
“Jika data pemilih akurat, maka proses demokrasi akan berjalan lebih baik. Oleh karena itu, pengawasan seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan uji petik ini diharapkan dapat memperkuat kualitas data pemilih di Kabupaten Tulang Bawang serta meningkatkan sinergi antara Bawaslu dan pemerintah setempat dalam menjaga tertib administrasi kependudukan. Dengan langkah pengawasan yang berkelanjutan, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya dalam melindungi hak pilih masyarakat serta mewujudkan demokrasi yang kredibel dan terpercaya.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP