Lompat ke isi utama

Berita

A. Rachmat Lihusnu: Nilai Kejujuran Iduladha Relevan Menjaga Integritas Pemilu

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang — Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh masyarakat. Menurut Rachmat, Iduladha memiliki makna mendalam tentang ketaatan, pengorbanan, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran yang sangat relevan dengan semangat menjaga integritas demokrasi dan pengawasan pemilu.

“Atas nama keluarga besar Bawaslu Tulang Bawang, kami mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Semoga momentum Iduladha menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga nilai kejujuran, keadilan, dan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjaga demokrasi,” ujar Rachmat saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Rabu (27/05).

Ia menjelaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan simbol keteguhan hati dalam menjalankan perintah dan menegakkan nilai kebenaran. Menurutnya, nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam pelaksanaan pengawasan pemilu dan penegakan hukum demokrasi.

“Peristiwa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan keteguhan dalam menjalankan kebenaran. Dalam pengawasan pemilu, nilai tersebut sangat relevan untuk menolak segala bentuk kecurangan, politik uang, intimidasi, dan pelanggaran lainnya demi menjaga keadilan demokrasi,” katanya.

Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Rachmat menilai integritas menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, setiap pihak yang terlibat dalam proses demokrasi harus memiliki keberanian moral untuk menolak praktik-praktik yang mencederai pemilu. Ia mengatakan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan, tetapi juga menyangkut komitmen moral dalam menjaga kemurnian suara rakyat dan memastikan setiap tahapan pemilu berjalan secara jujur dan adil.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan komitmen bersama untuk menegakkan keadilan. Semangat Iduladha mengingatkan kita bahwa kebenaran harus tetap dijaga meskipun menghadapi berbagai tantangan dan godaan,” ungkapnya.

Rachmat juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mencegah pelanggaran pemilu. Menurutnya, pengawasan partisipatif menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga integritas proses demokrasi. Ia mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap berbagai bentuk pelanggaran pemilu dan berani melaporkan apabila menemukan praktik politik uang, intimidasi, penyebaran hoaks, maupun tindakan lain yang bertentangan dengan aturan hukum.

“Menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Semangat kepedulian dan keberanian dalam Iduladha harus menjadi kekuatan untuk bersama-sama mengawal demokrasi yang bersih dan bermartabat,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai Iduladha juga mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Nilai tersebut, menurutnya, perlu terus dijaga dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu agar tetap profesional, independen, dan berintegritas. Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, lanjut A. Rachmat Lihusnu, diharapkan dapat menjadi penguat semangat seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, keadilan, dan kualitas demokrasi Indonesia.

“Bawaslu Tulang Bawang berkomitmen terus menjaga integritas pengawasan pemilu melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan demi mewujudkan demokrasi yang jujur, damai, dan dipercaya masyarakat,” tutupnya.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Iduladha 1447 H
A. Rachmat Lihusnu
Nilai Kejujuran
Integritas
Pemilu