Harlah ke-76 Fatayat NU, Inda Fiska Mahendro Tekankan Kepemimpinan Perempuan dalam Demokrasi
|
Tulang Bawang — Peringatan hari lahir ke-76 Fatayat NU dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang sebagai momentum untuk menegaskan pentingnya kepemimpinan perempuan dalam memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia. Dengan mengusung tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, peringatan ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi perempuan, tetapi juga pengingat bahwa perempuan memiliki kapasitas dan peran strategis dalam berbagai lini, termasuk dalam pengambilan keputusan dan pengawasan demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif dalam kehidupan demokrasi.
“Momentum hari lahir Fatayat NU ini menjadi pengingat bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam pembangunan dan penguatan demokrasi,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Jumat (24/04).
Ia menekankan bahwa kepemimpinan perempuan membawa perspektif yang inklusif dan berorientasi pada keadilan.
“Perempuan memiliki pendekatan yang lebih inklusif, mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, dan cenderung mengedepankan nilai-nilai keadilan. Ini menjadi kekuatan dalam membangun demokrasi yang sehat,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan organisasi seperti Fatayat NU telah membuka ruang yang luas bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.
“Fatayat NU telah membuktikan bahwa perempuan mampu berdaya dan memberikan dampak yang luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan global,” tambahnya.
Inda juga mengajak perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berani mengambil peran strategis dalam berbagai sektor.
“Perempuan harus percaya diri untuk tampil dan berkontribusi. Dengan kapasitas yang kuat, perempuan dapat menjadi bagian penting dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi,” tegasnya.
Ia berharap semangat “Berdaya, Berdampak, Mendunia” dapat menjadi inspirasi bagi seluruh perempuan untuk terus bergerak dan berkontribusi.
“Berdaya berarti memiliki kemampuan, berdampak berarti memberikan manfaat, dan mendunia berarti mampu bersaing dan berkontribusi di level yang lebih luas. Ini adalah semangat yang harus terus kita dorong,” tutupnya.
Melalui sudut pandang kepemimpinan perempuan, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa keterlibatan aktif perempuan menjadi salah satu kunci dalam menciptakan demokrasi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP