Dies Natalis ke-79 PMKRI, Bawaslu Tegaskan Peran Mahasiswa Kawal Demokrasi
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan ucapan selamat Dies Natalis ke-79 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang diperingati pada 25 Mei 2026 dengan mengusung tema “Dari Viralitas ke Veritas: Meneguhkan Riset, Kepakaran dan Kemanusiaan”. Momentum Dies Natalis ke-79 PMKRI tersebut dinilai menjadi refleksi penting bagi generasi muda dan masyarakat sipil dalam memperkuat peran intelektual, pengawasan sosial, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan demokrasi dan kehidupan berbangsa di Indonesia.
Ketua Bawaslu Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro menyampaikan apresiasi atas kontribusi PMKRI selama hampir delapan dekade dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan kemanusiaan. Menurutnya, PMKRI memiliki posisi strategis sebagai organisasi mahasiswa yang aktif membangun kesadaran kritis masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia.
“Atas nama keluarga besar Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, kami mengucapkan selamat Dies Natalis ke-79 PMKRI. PMKRI berperan sebagai garda terdepan pengawas partisipatif dan mitra strategis Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Senin (25/05).
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan organisasi mahasiswa dalam pengawasan demokrasi menjadi bagian penting dalam memperkuat partisipasi publik dan menjaga integritas pemilu. Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap proses politik serta kepentingan masyarakat. Inda menilai tema “Dari Viralitas ke Veritas: Meneguhkan Riset, Kepakaran dan Kemanusiaan” sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali diwarnai penyebaran hoaks dan disinformasi.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan ruang diskusi yang berbasis data, riset, dan nilai kemanusiaan. Hal tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan memperkuat kesadaran publik,” katanya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Tulang Bawang, Desi Triyana menyampaikan bahwa PMKRI memiliki peran krusial dalam pelaksanaan pemilu sebagai bagian dari pilar masyarakat sipil yang aktif dalam pengawasan partisipatif dan pendidikan pemilih.
“PMKRI dalam pemilu sangat krusial sebagai pilar masyarakat sipil yang berfokus pada pengawasan partisipatif, pendidikan pemilih, dan kontrol sosial untuk menjaga integritas demokrasi,” ujar Desi.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam pengawasan pemilu dapat memperkuat kualitas demokrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilu yang jujur dan adil. Menurutnya, pengawasan partisipatif menjadi salah satu kekuatan utama dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu, termasuk praktik politik uang, penyebaran informasi palsu, dan berbagai tindakan yang dapat mencederai demokrasi.
Desi juga menilai organisasi mahasiswa seperti PMKRI memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat melalui pendekatan intelektual, diskusi publik, serta gerakan sosial yang berpihak pada kepentingan rakyat.
“Mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga demokrasi. Kehadiran organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kritis dan sadar terhadap hak demokrasi,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Bawaslu Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu yang menilai PMKRI memiliki kontribusi nyata dalam mengawal tahapan pemilu melalui pengawasan langsung di tengah masyarakat.
“PMKRI berperan memantau langsung jalannya tahapan pemilu guna mencegah pelanggaran seperti politik uang dan penyebaran hoaks,” ujar Rachmat.
Ia menjelaskan bahwa tantangan demokrasi saat ini semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya media sosial dan teknologi digital yang memungkinkan penyebaran informasi secara cepat tanpa verifikasi yang memadai. Menurutnya, keberadaan organisasi mahasiswa yang aktif melakukan edukasi dan pengawasan sosial sangat penting untuk menjaga kualitas informasi publik dan mencegah terjadinya polarisasi di masyarakat.
“Demokrasi membutuhkan masyarakat yang kritis dan berani menjaga integritas proses politik. Organisasi mahasiswa memiliki kekuatan moral dan intelektual untuk ikut mengawal demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan kebenaran,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa, dalam memperkuat pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi.
Momentum Dies Natalis ke-79 PMKRI tahun 2026 ini menjadi pengingat penting bahwa peran mahasiswa tetap relevan dalam menjaga demokrasi, memperkuat kontrol sosial, dan menghadirkan ruang publik yang sehat berbasis riset, kepakaran, serta nilai kemanusiaan. Melalui semangat tema “Dari Viralitas ke Veritas: Meneguhkan Riset, Kepakaran dan Kemanusiaan”, Bawaslu Tulang Bawang berharap PMKRI terus menjadi organisasi yang konsisten menjaga nilai kebangsaan, memperkuat partisipasi masyarakat, dan berkontribusi aktif dalam mengawal demokrasi Indonesia yang jujur, adil, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP