Desi Triyana: Semangat Gotong Royong Iduladha Sejalan dengan Pengawasan Pemilu Partisipatif
|
Tulang Bawang — Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tulang Bawang, Desi Triyana menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh masyarakat. Menurut Desi, Iduladha bukan hanya memiliki makna ibadah dan pengorbanan, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial yang relevan dengan semangat demokrasi dan pengawasan pemilu partisipatif.
“Atas nama keluarga besar Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, kami mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Semoga momentum Iduladha membawa keberkahan serta memperkuat nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Rabu (27/05).
Ia menjelaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tercermin dalam pembagian daging kurban memiliki kesamaan nilai dengan pengawasan pemilu partisipatif yang terus dibangun oleh Bawaslu bersama masyarakat.
“Pembagian daging kurban mengajarkan kepedulian sosial dan mempererat persaudaraan. Nilai tersebut sejalan dengan pengawasan pemilu partisipatif yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi yang jujur dan damai,” katanya.
Menurutnya, pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan sendiri oleh lembaga pengawas pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi dan integritas pemilu. Desi menilai semangat Iduladha mengajarkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan dan menjaga kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat yang aktif dan peduli. Semangat gotong royong dalam Iduladha menjadi pengingat bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif menjadi salah satu kekuatan utama dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu seperti politik uang, intimidasi, penyebaran hoaks, dan praktik-praktik lain yang dapat merusak kualitas demokrasi. Menurut Desi, masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi akan lebih berani mengawasi dan melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam setiap tahapan pemilu.
“Ketika masyarakat ikut mengawasi dan memiliki kesadaran demokrasi yang baik, maka ruang terjadinya pelanggaran akan semakin kecil. Karena itu, penguatan partisipasi publik menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Selain itu, Desi juga menilai Iduladha menjadi momentum memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Menurutnya, semangat berbagi dan saling membantu harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan bangsa. Ia mengatakan bahwa Bawaslu Tulang Bawang terus berupaya membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat melalui edukasi pengawasan partisipatif, sosialisasi demokrasi, dan penguatan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga pemilu yang jujur dan adil.
“Semangat Iduladha mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama dan menjaga kepentingan bersama. Nilai tersebut sangat relevan dalam membangun demokrasi yang bersih, damai, dan berintegritas,” ujarnya.
Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, lanjut Desi Triyana, diharapkan dapat menjadi penguat semangat masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat kebersamaan, dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi Indonesia.
“Bawaslu Tulang Bawang berkomitmen terus memperkuat pengawasan partisipatif dan membangun kolaborasi bersama masyarakat demi mewujudkan demokrasi yang sehat, jujur, dan bermartabat,” tutupnya.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP