Bawaslu Tulang Bawang Ucapkan Selamat Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Perkuat Dakwah Kemanusiaan dan Demokrasi Inklusif
|
Tulang Bawang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengucapkan selamat Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang diperingati pada 19 Mei 2026. Peringatan Milad tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” sebagai refleksi komitmen ‘Aisyiyah dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, dan perdamaian di tengah masyarakat.
Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi perempuan dalam pembangunan bangsa, termasuk dalam mendukung penguatan demokrasi yang inklusif, berkeadaban, dan berkeadilan. Sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang telah berdiri lebih dari satu abad, Aisyiyah dinilai memiliki kontribusi besar dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, kesehatan, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan demokrasi dan partisipasi masyarakat.
Dalam konteks demokrasi, ‘Aisyiyah dinilai telah memberikan kontribusi nyata melalui pemberdayaan politik perempuan, pendidikan pemilih cerdas, serta advokasi kesetaraan gender. Organisasi tersebut juga mendorong perempuan untuk menjadi aktor aktif perubahan sosial dan demokrasi, bukan sekadar objek dalam proses politik. Selain itu, ‘Aisyiyah turut berperan dalam mengawal proses pemilu agar berjalan secara berkeadaban, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan serta perdamaian.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, mengatakan bahwa Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat dakwah kemanusiaan dan kontribusi perempuan dalam pembangunan demokrasi.
“Atas nama Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, kami mengucapkan selamat Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Semoga ‘Aisyiyah terus menjadi organisasi perempuan yang mampu memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa, pendidikan, kemanusiaan, dan penguatan demokrasi,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Selasa (19/05).
Menurutnya, peran perempuan dalam demokrasi sangat penting, terutama dalam membangun budaya politik yang sehat, inklusif, dan berkeadaban.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat. ‘Aisyiyah telah menunjukkan kontribusi nyata melalui pendidikan politik, pemberdayaan perempuan, dan penguatan partisipasi masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga menilai bahwa tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan penguatan nilai persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial.
“Tema Milad tahun ini mengandung pesan penting tentang bagaimana dakwah kemanusiaan dapat menjadi kekuatan dalam membangun perdamaian, persatuan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, mengatakan bahwa ‘Aisyiyah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat, khususnya perempuan. Menurutnya, pendidikan politik dan penguatan literasi demokrasi yang dilakukan organisasi perempuan seperti ‘Aisyiyah menjadi bagian penting dalam mendukung demokrasi yang inklusif dan partisipatif.
“‘Aisyiyah memiliki kontribusi besar dalam membangun kesadaran politik masyarakat melalui pendidikan pemilih, pemberdayaan perempuan, dan penguatan nilai-nilai demokrasi yang berkeadaban,” ujar Desi.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan aktif perempuan dalam demokrasi akan memberikan dampak positif terhadap kualitas partisipasi masyarakat dan penguatan pengawasan partisipatif.
“Perempuan bukan hanya objek dalam demokrasi, tetapi juga subjek penting yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan mendorong terciptanya pemilu yang inklusif dan berintegritas,” lanjutnya.
Desi juga berharap semangat dakwah kemanusiaan yang diusung dalam Milad ke-109 ‘Aisyiyah dapat terus memperkuat nilai persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Nilai kemanusiaan, toleransi, dan perdamaian perlu terus diperkuat agar demokrasi dapat berjalan secara sehat dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, mengatakan bahwa peran organisasi masyarakat seperti ‘Aisyiyah sangat penting dalam mendukung terciptanya demokrasi yang damai dan berkeadaban. Menurutnya, penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan pendidikan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran dan konflik dalam proses demokrasi.
“Organisasi masyarakat seperti ‘Aisyiyah memiliki kontribusi penting dalam membangun budaya demokrasi yang damai, inklusif, dan berkeadaban melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Rachmat.
Ia juga menilai bahwa penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya persatuan dan toleransi dapat membantu menciptakan situasi demokrasi yang lebih kondusif.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat yang sadar hukum, menjunjung nilai persatuan, dan mengedepankan penyelesaian persoalan secara damai serta bermartabat,” katanya.
Rachmat berharap Milad ke-109 ‘Aisyiyah dapat menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun demokrasi yang lebih baik dan berintegritas.
“Semoga ‘Aisyiyah terus menjadi inspirasi dalam memperkuat nilai kemanusiaan, perdamaian, dan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa serta penguatan demokrasi di Indonesia,” tutupnya.
Melalui peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berkeadaban melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP