Tenaga Ahli Bawaslu RI Iji Jaelani Tekankan Pentingnya Kesadaran Politik dalam Pengawasan PDPB
|
Tulang Bawang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 12 bertajuk “Masyarakat Awasi PDPB, Realistis atau Utopis?” yang dilaksanakan secara daring dan disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Jawa Tengah, Senin (18/05).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Kegiatan diikuti oleh jajaran Bawaslu, pengawas pemilu, akademisi, pegiat demokrasi, serta masyarakat dari berbagai daerah. Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pengawasan partisipatif sebagai instrumen untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.
Dalam sesi pemaparan materi, Tenaga Ahli Bawaslu RI, Iji Jaelani, menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tingkat pemahaman masyarakat terhadap posisi dan peran mereka dalam pengawasan pemilu dan pemilihan. Menurutnya, rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan tidak hanya dipengaruhi oleh minimnya partisipasi, tetapi juga karena masih rendahnya kesadaran politik masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas demokrasi.
“Pengawasan partisipatif masih menghadapi banyak tantangan, terutama terkait pemahaman masyarakat mengenai posisi dan peran mereka dalam pengawasan pemilu,” ujar Iji Jaelani.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa demokrasi yang sehat tidak dapat hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif warga negara dalam setiap proses demokrasi, termasuk dalam pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
“Pengawasan demokrasi harus dibangun sebagai kesadaran bersama. Masyarakat perlu memahami bahwa mereka memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk ikut menjaga kualitas pemilu dan data pemilih,” lanjutnya.
Menurut Iji Jaelani, tantangan pengawasan PDPB ke depan bukan hanya meningkatkan angka partisipasi masyarakat, tetapi bagaimana membangun budaya pengawasan partisipatif yang mandiri dan berkelanjutan.
“Tantangan pengawasan PDPB bukan hanya meningkatkan partisipasi masyarakat, tetapi bagaimana mentransformasikan pengawasan partisipatif menjadi gerakan warga negara yang mandiri, kritis, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menilai bahwa data pemilih merupakan salah satu elemen paling penting dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Karena itu, masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam memastikan data pemilih tetap akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi di lapangan.
“Data pemilih yang akurat menjadi pondasi penting dalam demokrasi. Apabila data pemilih tidak valid, maka kualitas pemilu juga dapat terpengaruh. Karena itu, masyarakat harus dilibatkan dalam pengawasan PDPB,” ujarnya.
Selain itu, Iji Jaelani juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan politik dan literasi demokrasi kepada masyarakat agar kesadaran terhadap hak-hak politik semakin meningkat.
“Pendidikan politik dan literasi demokrasi harus terus diperkuat agar masyarakat memahami pentingnya keterlibatan mereka dalam pengawasan pemilu dan menjaga kualitas demokrasi,” tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwa pengawasan partisipatif perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti organisasi masyarakat, akademisi, komunitas pemuda, hingga media massa.
“Pengawasan partisipatif akan lebih efektif apabila dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Semakin luas partisipasi masyarakat, maka pengawasan demokrasi juga akan semakin kuat,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan Literasi Pojok Pengawasan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ruang diskusi dan edukasi publik terkait pengawasan demokrasi.
“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh warga negara,” tutupnya.
Melalui kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 12 tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung demokrasi yang transparan, berkualitas, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP