Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Bawaslu Tulang Bawang Gaungkan “Harmoni Imlek Nusantara”
|
Tulang Bawang — Dalam semangat keberagaman dan persatuan bangsa, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026. Mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara,” momentum ini dimaknai sebagai penguatan nilai toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan dalam bingkai kebhinekaan Indonesia.
Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar tradisi budaya masyarakat Tionghoa, tetapi telah menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional yang merefleksikan semangat gotong royong dan saling menghormati antarumat beragama. Dalam konteks demokrasi, nilai harmoni menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan membangun partisipasi publik yang inklusif.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa peringatan Imlek menjadi momentum mempererat persatuan di tengah keberagaman.
“Imlek mengajarkan nilai kebersamaan, harapan, dan semangat baru. Dalam kehidupan berbangsa, harmoni adalah kekuatan utama untuk menjaga persatuan dan stabilitas, termasuk dalam setiap proses demokrasi,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Selasa (17/02).
Ia menambahkan bahwa keberagaman budaya dan keyakinan merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama.
“Demokrasi hanya dapat tumbuh dengan baik di tengah masyarakat yang saling menghormati. Harmoni bukan sekadar slogan, tetapi komitmen untuk menjaga ruang publik tetap damai dan inklusif,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menilai bahwa nilai toleransi yang tercermin dalam perayaan Imlek sejalan dengan semangat pengawasan partisipatif.
“Harmoni Imlek Nusantara mencerminkan semangat saling menghargai dan membangun kebersamaan. Dalam demokrasi, partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang menjadi kunci terciptanya proses yang adil dan transparan,” jelas Desi.
Menurutnya, edukasi dan literasi publik harus menjangkau seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
“Ketika semua warga merasa dihargai dan dilibatkan, maka kualitas demokrasi akan semakin kuat. Inklusivitas adalah bagian dari pencegahan konflik dan penguatan kesadaran hukum,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah keberagaman.
“Nilai harmoni dalam Imlek mengajarkan keseimbangan dan kedamaian. Dalam konteks demokrasi, hal ini berarti menyelesaikan setiap perbedaan melalui jalur hukum dan musyawarah, bukan melalui konflik,” ujarnya.
Rachmat menegaskan bahwa supremasi hukum dan kedewasaan sikap menjadi fondasi dalam menjaga integritas demokrasi.
“Perbedaan adalah keniscayaan dalam demokrasi. Namun, cara kita menyikapinya menentukan kualitas peradaban. Harmoni menjadi jembatan dalam menjaga keadilan dan ketertiban,” tegasnya.
Momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili ini diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang untuk merawat kebersamaan, memperkokoh persatuan, dan menjaga demokrasi yang berintegritas.
Dengan semangat Harmoni Imlek Nusantara, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan tahun baru ini sebagai awal mempererat solidaritas, memperkuat toleransi, serta bersama-sama mengawal kehidupan demokrasi yang damai, adil, dan bermartabat.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP