Syaefudin Zuhri Tekankan Penguatan Pencegahan dalam Pengawasan Tahapan Pemilu
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 12 bertema “Urgensi Hasil Pengawasan Bawaslu dalam Perselisihan Hasil di Mahkamah Konstitusi” yang dilaksanakan secara daring dan disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Jawa Tengah, Senin (04/05). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Divisi Hukum Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hasil pengawasan dan memperkuat kapasitas pengawas pemilu dalam menghadapi penyelesaian perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Literasi Pojok Pengawasan Volume 12 menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Pemalang, Syaefudin Zuhri.
Dalam pemaparannya, Syaefudin membagikan pengalaman pengawasan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Pemalang, khususnya dalam penguatan aspek pencegahan pada setiap tahapan pemilu.
“Penguatan aspek pencegahan menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi pelanggaran dan sengketa pada setiap tahapan pemilu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus pengawasan yang memerlukan perhatian serius adalah tahapan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih.
“Tahapan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih merupakan tahapan krusial yang harus diawasi secara ketat karena berkaitan langsung dengan hak konstitusional masyarakat,” jelasnya.
Menurut Syaefudin, pengawasan yang dilakukan secara terstruktur dan terukur akan membantu mencegah munculnya persoalan di kemudian hari, termasuk potensi perselisihan hasil pemilu.
“Pencegahan yang dilakukan sejak awal tahapan akan sangat membantu mengurangi potensi sengketa dan memperkuat kualitas hasil pengawasan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa di wilayahnya, penguatan pengawasan dilakukan melalui penunjukan penanggung jawab pada setiap tahapan pengawasan.
“Penunjukan penanggung jawab pada setiap tahapan menjadi bagian penting agar pengawasan lebih fokus, terukur, dan memiliki kejelasan tanggung jawab,” ungkapnya.
Syaefudin menilai bahwa pola pengawasan yang sistematis akan mempermudah proses dokumentasi serta penyusunan hasil pengawasan yang berkualitas.
“Pengawasan yang dilakukan secara sistematis akan menghasilkan dokumentasi yang lebih baik dan mendukung penyusunan laporan hasil pengawasan yang akurat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa hasil pengawasan memiliki posisi penting dalam proses penyelesaian sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi.
“Hasil pengawasan yang lengkap dan berkualitas akan menjadi instrumen penting dalam proses pembuktian apabila terjadi perselisihan hasil pemilu,” katanya.
Selain itu, Syaefudin mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu agar mampu menghadapi dinamika tahapan pemilu yang semakin kompleks.
“Penguatan kapasitas SDM harus terus dilakukan agar jajaran pengawas pemilu mampu menjalankan tugas secara profesional dan sesuai regulasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 12 tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pengawasan, meningkatkan kapasitas SDM, dan mengoptimalkan aspek pencegahan dalam pengawasan pemilu menuju Pemilu 2029 yang bermartabat dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP