Refleksi Otonomi Daerah, Inda Fiska Mahendro: Integritas Demokrasi Fondasi Pembangunan
|
Tulang Bawang — Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang dari sudut pandang reflektif, yakni menempatkan integritas demokrasi sebagai fondasi utama dalam keberhasilan otonomi daerah. Dengan mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Bawaslu Tulang Bawang menilai bahwa desentralisasi bukan hanya soal pembagian kewenangan, tetapi juga tentang bagaimana memastikan setiap proses politik di daerah berjalan secara bersih dan berintegritas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa keberhasilan otonomi daerah sangat bergantung pada kualitas demokrasi yang dijalankan di tingkat lokal.
“Otonomi daerah tidak hanya bicara tentang kewenangan, tetapi tentang tanggung jawab dalam menghadirkan pemerintahan yang legitimate. Legitimasi itu lahir dari proses demokrasi yang jujur dan adil,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Sabtu (25/04).
Ia menegaskan bahwa pemilu dan pemilihan yang berkualitas menjadi pintu utama dalam menghasilkan kepemimpinan daerah yang kredibel.
“Ketika proses demokrasi dijalankan dengan integritas, maka hasilnya adalah pemimpin yang memiliki legitimasi kuat dari masyarakat. Ini menjadi kunci dalam menjalankan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” jelasnya.
Inda juga menyoroti bahwa tantangan otonomi daerah saat ini tidak hanya berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, tetapi juga kualitas partisipasi publik dalam demokrasi.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sistem. Partisipasi masyarakat yang sadar dan bertanggung jawab menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Bawaslu memiliki peran penting sebagai penjaga integritas dalam setiap proses demokrasi.
“Bawaslu hadir untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan, mencegah potensi pelanggaran, serta menegakkan keadilan ketika terjadi pelanggaran,” tambahnya.
Menurutnya, momentum Hari Otonomi Daerah harus dijadikan sebagai ajang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Ini menjadi pengingat bahwa otonomi daerah harus berjalan seiring dengan penguatan integritas. Tanpa itu, tujuan besar desentralisasi tidak akan tercapai secara optimal,” ujarnya.
Inda juga menegaskan komitmen Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang untuk terus memperkuat pengawasan sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pengawasan, memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga demokrasi,” tutupnya.
Dengan sudut pandang integritas sebagai fondasi, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa keberhasilan otonomi daerah tidak hanya diukur dari kewenangan yang dimiliki, tetapi dari sejauh mana demokrasi dijalankan secara jujur, adil, dan berintegritas di tingkat lokal.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP