Rapat Mingguan, Desi Triyana: P2P 2026 Perkuat Kapasitas Pengawasan Masyarakat
|
Tulang Bawang — Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan pentingnya persiapan yang matang dalam pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengawal demokrasi dan pengawasan pemilu.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat mingguan Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang yang dilaksanakan secara hybrid di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (10/06). Dalam rapat tersebut, Desi menyampaikan bahwa pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif akan berlangsung pada 17 hingga 24 Juni 2026 melalui metode pembelajaran mandiri, daring, dan tatap muka.
Menurut Desi, program Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu strategi Bawaslu untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih aktif dalam mengawasi setiap proses demokrasi. Oleh karena itu, seluruh materi yang akan diberikan kepada peserta harus dipersiapkan dengan baik oleh masing-masing divisi.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan hanya kegiatan pembelajaran, tetapi juga upaya membangun pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pengawasan demokrasi. Karena itu, setiap divisi perlu menyiapkan materi yang sesuai dengan bidang tugasnya agar peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif,” ujar Desi.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan seluruh divisi dalam penyampaian materi menjadi penting untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai tugas, fungsi, serta peran Bawaslu dalam pengawasan pemilu dan pemilihan.
Desi berharap melalui pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, peserta dapat menjadi agen pengawasan partisipatif yang mampu menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi dan berkontribusi dalam mencegah potensi pelanggaran di lingkungan masing-masing.
“Semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengawasan partisipatif, maka semakin kuat pula upaya kita dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi,” tambahnya.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP