Rapat Konsolidasi Demokrasi, Desi Triyana Perkuat Pengawasan Partisipatif di Masa Nontahapan
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti Rapat Pembahasan Pelaporan Pelaksanaan Tugas Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara daring pada Kamis (30/04).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang bersama Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia sebagai bagian dari penguatan kinerja pengawasan di masa nontahapan pemilu.
Rapat tersebut membahas pentingnya pelaporan pelaksanaan tugas konsolidasi demokrasi sebagai bentuk akuntabilitas kinerja serta upaya memperkuat peran Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi secara berkelanjutan.
Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menekankan bahwa pengawasan partisipatif menjadi salah satu pilar penting dalam pelaksanaan konsolidasi demokrasi di tingkat daerah.
“Pengawasan partisipatif merupakan kekuatan utama dalam menjaga integritas demokrasi, karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pengawasan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa masa nontahapan pemilu menjadi momentum strategis untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya peran aktif dalam pengawasan.
“Di masa nontahapan, kita memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat agar terlibat aktif dalam pengawasan pemilu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Desi Triyana menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam mendorong partisipasi masyarakat.
“Informasi yang terbuka dan mudah diakses akan mendorong masyarakat untuk lebih memahami proses pengawasan dan berani terlibat dalam menjaga kualitas demokrasi,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang terus berupaya merumuskan berbagai kegiatan yang mampu meningkatkan partisipasi publik secara berkelanjutan.
“Kami akan terus mengembangkan program-program edukasi dan sosialisasi yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, sehingga pengawasan partisipatif dapat berjalan lebih optimal,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara Bawaslu dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pengawasan yang efektif.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara Bawaslu dan masyarakat, pengawasan pemilu akan menjadi lebih efektif dan mampu mencegah potensi pelanggaran sejak dini,” tutupnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi, guna mendukung terwujudnya pemilu yang transparan, partisipatif, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP