Lompat ke isi utama

Berita

Otonomi Daerah dan Partisipasi Publik, Desi Triyana Dorong Pengawasan Berbasis Masyarakat

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang — Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang melalui sudut pandang penguatan partisipasi masyarakat sebagai pilar utama dalam keberhasilan otonomi daerah. Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Bawaslu Tulang Bawang menilai bahwa desentralisasi tidak hanya memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa keberhasilan otonomi daerah sangat ditentukan oleh tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Otonomi daerah memberikan ruang bagi masyarakat untuk tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam demokrasi. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Sabtu (25/04).

Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak bisa berjalan optimal tanpa keterlibatan masyarakat sebagai pengawas partisipatif.

“Bawaslu memiliki keterbatasan dalam jangkauan, sehingga kehadiran masyarakat sebagai mitra pengawasan sangat penting. Ketika masyarakat terlibat aktif, potensi pelanggaran dapat diminimalisir sejak dini,” jelasnya.

Desi juga menekankan bahwa edukasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas partisipasi tersebut.

“Kami terus mendorong literasi demokrasi agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak hanya ikut memilih, tetapi juga ikut mengawasi,” tegasnya.

Menurutnya, di era otonomi daerah, transparansi dan keterbukaan informasi juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.

“Informasi yang terbuka dan mudah diakses akan mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi. Ini menjadi bagian dari upaya menciptakan demokrasi yang sehat dan inklusif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Desi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Otonomi Daerah sebagai penguat komitmen bersama dalam menjaga demokrasi.

“Demokrasi yang berkualitas tidak bisa dibangun sendiri oleh lembaga. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara pemilu, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Bawaslu akan terus membuka ruang kolaborasi dan memperkuat pendekatan partisipatif dalam pengawasan.

“Kami berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam setiap proses pengawasan. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan demokrasi yang berintegritas dan berkelanjutan,” tutupnya.

Dengan sudut pandang partisipasi masyarakat, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa otonomi daerah akan berjalan optimal apabila didukung oleh masyarakat yang aktif, sadar, dan terlibat dalam menjaga kualitas demokrasi di daerahnya.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Otonomi Daerah
Partisipasi Publik
Desi Triyana
Pengawasan
Berbasis Masyarakat