Mohammad Kausar Sangjaya: Semangat Reformasi Penguat Tata Kelola Kelembagaan Profesional dan Transparan
|
Tulang Bawang, 21 Mei 2026 — Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Tulang Bawang, Mohammad Kausar Sangjaya menegaskan bahwa semangat Reformasi 1998 harus terus menjadi landasan dalam membangun tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, khususnya dalam mendukung pengawasan demokrasi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kausar dalam momentum peringatan Hari Reformasi Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Mei. Menurutnya, reformasi tidak hanya menghadirkan perubahan dalam sistem politik dan demokrasi, tetapi juga mendorong lahirnya tata kelola pemerintahan dan kelembagaan yang lebih terbuka serta berorientasi pada pelayanan publik.
“Semangat reformasi menjadi pengingat bagi seluruh lembaga negara untuk terus memperkuat profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kausar saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Kamis (21/05).
Ia menjelaskan, sebagai unsur pendukung administrasi dan teknis di lingkungan Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, sekretariat memiliki peran penting dalam memastikan seluruh pelaksanaan tugas pengawasan dapat berjalan secara efektif, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, tata kelola kelembagaan yang baik merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya pengawasan pemilu yang berintegritas. Oleh sebab itu, sekretariat Bawaslu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, pengelolaan anggaran, dukungan sumber daya manusia, serta keterbukaan informasi publik.
“Reformasi mengajarkan pentingnya pelayanan publik yang bersih dan terbuka. Di lingkungan sekretariat, kami berkomitmen mendukung pelaksanaan tugas pengawasan melalui tata kelola administrasi yang profesional dan akuntabel,” katanya.
Ia menambahkan, transparansi dan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dari implementasi reformasi dalam lingkungan kelembagaan. Dengan keterbukaan tersebut, masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi pelaksanaan tugas lembaga secara lebih objektif dan partisipatif.
Selain itu, Kausar menilai penguatan integritas aparatur juga menjadi hal yang penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu. Menurutnya, seluruh jajaran sekretariat harus mampu bekerja secara profesional, netral, dan menjunjung tinggi etika pelayanan publik.
Ia juga menyampaikan bahwa momentum Hari Reformasi Nasional harus menjadi refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penguatan kelembagaan demi mendukung demokrasi yang sehat dan bermartabat.
“Demokrasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh pengawasan yang baik, tetapi juga oleh sistem kelembagaan yang tertib, transparan, dan mampu memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, sekretariat juga terus memperkuat koordinasi internal, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan seluruh dukungan administratif dan teknis berjalan secara optimal pada setiap tahapan kepemiluan.
Momentum Hari Reformasi Nasional tahun 2026, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa semangat perubahan harus terus dijaga dalam setiap aspek pelayanan dan tata kelola kelembagaan negara.
“Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang melalui sekretariat akan terus berkomitmen memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan berintegritas sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi Indonesia,” tutupnya.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP