Mohammad Kausar Sangjaya: Sekretariat Siap Sukseskan P2P Tahun 2026
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menyatakan dukungan dan kesiapan mengikuti Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang akan diselenggarakan oleh Bawaslu RI. Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui media sosial resmi Bawaslu RI pada Sabtu (09/05), kegiatan bertema “Berfungsi dan Bergerak demi Pemilu 2029 Bermartabat” tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Tangerang pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 10.00 WIB dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Bawaslu RI.
Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) merupakan program strategis Bawaslu dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk mengawal pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan agar berjalan jujur, adil, demokratis, dan bermartabat. Program tersebut menyasar pemilih pemula dan generasi muda, seperti pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan komunitas masyarakat yang tidak sedang menjadi penyelenggara pemilu maupun anggota partai politik. Dalam pelaksanaannya, peserta akan memperoleh materi terkait dasar-dasar kepemiluan, teknik pengawasan partisipatif, identifikasi potensi pelanggaran, hingga tata cara pelaporan dugaan pelanggaran pemilu.
Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Mohammad Kausar Sangjaya, menyampaikan bahwa sekretariat siap mendukung pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026.
“Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang siap mendukung pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif,” ujar Kausar saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Sabtu (09/05).
Menurut Kausar, program P2P menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran demokrasi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang demokrasi dan pengawasan pemilu,” jelasnya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu memiliki peran penting dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi.
“Partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu sangat penting untuk menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat,” tegasnya.
Kausar juga menjelaskan bahwa sekretariat memiliki tanggung jawab mendukung kesiapan administrasi dan teknis dalam pelaksanaan program-program strategis Bawaslu.
“Sekretariat memiliki peran penting dalam memastikan seluruh aspek administrasi dan teknis kegiatan dapat berjalan optimal,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara jajaran sekretariat dan divisi teknis menjadi faktor penting dalam menyukseskan program Pendidikan Pengawas Partisipatif.
“Sinergi seluruh jajaran menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan program pengawasan partisipatif,” tambahnya.
Ia juga berharap program P2P mampu menciptakan kader pengawas partisipatif yang aktif memberikan edukasi demokrasi di lingkungan masyarakat.
“Kader pengawas partisipatif diharapkan mampu menjadi pelopor dan penggerak dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi di masyarakat,” ungkapnya.
Kausar menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang akan terus mendukung upaya peningkatan literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif menjelang Pemilu 2029.
“Kami siap mendukung seluruh program penguatan pengawasan partisipatif demi mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap keterlibatan generasi muda dalam program tersebut dapat memperkuat budaya demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan demokrasi Indonesia melalui pengawasan partisipatif,” pungkasnya.
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif sendiri terus dilaksanakan secara aktif oleh Bawaslu RI hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai upaya memperkuat pengawasan berbasis partisipasi masyarakat dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP