Lompat ke isi utama

Berita

Mohammad Kausar Sangjaya: Literasi Modal Membangun Demokrasi Cerdas dan Berintegritas

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat dalam mendukung penguatan demokrasi yang sehat, cerdas, dan berintegritas. Peringatan Hari Buku Nasional tahun ini mengangkat semangat “Literasi Kuat, Demokrasi Sehat”, sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan minat baca dan memperkuat kemampuan literasi di tengah perkembangan arus informasi digital yang semakin cepat dan kompleks.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat penting bahwa budaya membaca dan literasi memiliki hubungan yang erat dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kesadaran sosial, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Mohammad Kausar Sangjaya, menyampaikan bahwa peringatan Hari Buku Nasional harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya membaca sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembangunan bangsa.

“Atas nama keluarga besar Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, kami memperingati Hari Buku Nasional 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan budaya literasi dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari. Literasi yang kuat menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan demokrasi yang sehat,” ujar Kausar saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Minggu (17/05).

Ia menjelaskan bahwa di era perkembangan teknologi informasi saat ini, masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan berupa derasnya arus informasi yang tersebar melalui media digital dan media sosial. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi dan berpikir kritis agar mampu menyaring informasi secara bijak. Menurutnya, budaya membaca menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan kemampuan analisis masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Melalui membaca, masyarakat akan memiliki wawasan yang lebih luas, kemampuan berpikir yang lebih kritis, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Hal tersebut sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan kehidupan sosial masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kausar menilai bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengelola pengetahuan, serta membangun kesadaran sosial dan kebangsaan. Ia mengatakan bahwa masyarakat yang memiliki budaya literasi yang baik akan lebih aktif dalam kehidupan sosial, lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu publik.

“Literasi yang baik akan membantu masyarakat memahami berbagai persoalan sosial, hukum, dan demokrasi secara lebih objektif. Dengan demikian, masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Selain itu, Kausar menilai bahwa penguatan budaya membaca juga memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kualitas generasi muda sebagai penerus bangsa. Menurutnya, generasi muda perlu didorong untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup dan sarana meningkatkan kapasitas diri.

“Generasi muda harus menjadi pelopor budaya literasi di tengah perkembangan era digital. Dengan membaca, generasi muda akan memiliki kemampuan analisis yang baik, wawasan yang luas, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan,” ungkap Kausar.

Ia juga menegaskan bahwa budaya literasi memiliki kaitan erat dengan pembangunan demokrasi yang sehat dan berintegritas. Menurutnya, masyarakat yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan lebih cerdas dalam menerima informasi politik, tidak mudah terprovokasi oleh hoaks, serta mampu menjaga ruang demokrasi yang damai dan bermartabat.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan memiliki kesadaran literasi yang baik. Karena itu, budaya membaca harus terus ditingkatkan sebagai bagian dari pembangunan kualitas demokrasi di Indonesia,” tambahnya.

Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap peringatan Hari Buku Nasional 2026 dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan budaya membaca di seluruh lapisan masyarakat serta memperkuat literasi sebagai fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang maju, berpengetahuan, dan demokratis.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Mohammad Kausar Sangjaya
Literasi
Demokrasi Cerdas
Berintegritas