Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah, Desi Triyana: Partisipasi Politik Perempuan Perkuat Demokrasi
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum melalui Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan ucapan selamat Milad ke-95 kepada Nasyiatul Aisyiyah yang diperingati pada 16 Mei 2026. Peringatan Milad tahun ini mengusung tema “Srikandi Penjaga Peradaban”, yang mencerminkan semangat perempuan muda Islam dalam menjaga nilai-nilai moral, pendidikan, kebangsaan, serta memperkuat kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial dan demokrasi.
Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang diperuntukkan bagi perempuan muda berusia 17 hingga 40 tahun, Nasyiatul Aisyiyah selama ini dikenal aktif bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan perempuan. Organisasi yang berdiri pada 16 Mei 1931 di Yogyakarta tersebut juga memiliki kontribusi besar dalam membangun kualitas sumber daya perempuan muda Indonesia melalui kaderisasi dan pendidikan sosial keagamaan.
Dalam konteks demokrasi dan kepemiluan, Nasyiatul Aisyiyah dinilai memiliki peran penting sebagai agen penggerak partisipasi politik perempuan dan pemilih pemula. Melalui berbagai kegiatan pendidikan politik dan literasi kepemiluan, organisasi tersebut turut mendorong lahirnya masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya.
Anggota sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Nasyiatul Aisyiyah dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat, khususnya perempuan muda dan ibu muda di lingkungan masyarakat.
“Atas nama keluarga besar Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, kami mengucapkan selamat Milad ke-95 kepada Nasyiatul Aisyiyah. Semoga terus menjadi organisasi perempuan muda Islam yang progresif, berintegritas, dan konsisten menjadi srikandi penjaga peradaban,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Sabtu (16/05).
Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran demokrasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan organisasi perempuan seperti Nasyiatul Aisyiyah sangat penting dalam meningkatkan kualitas partisipasi politik masyarakat secara sehat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, berbagai program literasi kepemiluan yang dilakukan oleh Nasyiatul Aisyiyah menjadi langkah positif dalam mendorong perempuan dan pemilih pemula agar lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menentukan pilihan politik.
“Nasyiatul Aisyiyah memiliki kontribusi besar dalam membangun pendidikan politik masyarakat, khususnya bagi perempuan dan generasi muda. Literasi kepemiluan yang dilakukan menjadi bagian penting dalam menciptakan pemilih yang cerdas dan demokrasi yang berkualitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Desi menilai bahwa kolaborasi antara organisasi masyarakat dan penyelenggara pemilu menjadi faktor penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif dan mencegah berbagai potensi pelanggaran pemilu di tengah masyarakat.
Ia mengatakan bahwa selama ini organisasi perempuan dan organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga integritas demokrasi dan menolak praktik-praktik yang mencederai proses pemilu.
“Kami mengapresiasi peran Nasyiatul Aisyiyah yang turut bermitra dengan Bawaslu dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu, penyebaran hoaks, politik uang, serta berbagai bentuk praktik yang dapat merusak kualitas demokrasi,” tambahnya.
Menurutnya, tantangan demokrasi ke depan semakin kompleks, terutama dengan perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang memudahkan penyebaran informasi palsu maupun ujaran provokatif di tengah masyarakat. Oleh karena itu, peran perempuan muda dalam membangun literasi digital dan menjaga ruang demokrasi yang sehat sangat dibutuhkan.
“Perempuan muda memiliki pengaruh besar dalam lingkungan sosial dan keluarga. Karena itu, keterlibatan mereka dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya demokrasi yang jujur, damai, dan berintegritas menjadi sangat penting,” ungkap Desi Triyana.
Selain itu, Desi berharap momentum Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah dapat semakin memperkuat semangat kaderisasi perempuan muda Islam yang cerdas, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial maupun demokrasi di Indonesia.
Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap sinergi antara Bawaslu dan Nasyiatul Aisyiyah dapat terus terjalin dalam membangun pendidikan politik masyarakat, memperkuat pengawasan partisipatif, serta menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di Kabupaten Tulang Bawang.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP